Buat Tenun Berkesan Ringan.Jawa Pos 7 Februari 2014.Hal.7

Surabaya – Salah satu sebab kain tradisional tidak familier digunakan sehari-hari adalah kesannya yang “berat”. Padahal, asal pintar memilih corak dan cutting, bahan tersebut juga cocok dikenakan daily, tanpa perlu menunggu acara khusus.

Semangat itu yang diusung desainer Esa Yuri dalam tulisan rilisan terbarunya yang diluncurkan di Hotel Shangri-La Surabaya Rabu malam lalu (15/2). Mengedepankan konsep ready to wear, Esa mencoba menyajikan pandangan yang baru tentang kain tradisional, khususnya tenun sutra.”Koleksi kali ini mengambil inspirasi tema sprinng summer dunia yang dikombinasikan dengan nuansa etnik,” jelasnya.

Kesan globbal terlihat dari pemilihan warna yang cenderung cerah. Misalnya baby pink, fuchsia, tosca, dan ungu. Begitu pula pola cutting nya. Mengikuti tren dunia yang tengah back to classic style. “Seperti konsep klasik lainnya, busana ini tidak akan out of date. Gaya klasik juga akan membuat busana terkesan ringan,” katanya.

Sentuhan tradisional dituangkan alumnus Columbus College of Art and Design, Amerika Serikat, itu lewat pemakaian tenun sutra Jawa Tengah. Tenun itu terkenal lewat polanya yang sederhana, anmun manis.

Sumber : Jawa Pos, 7 Februari 2014. Hal7