BERMAIN, bagi anak merupakan kebutuhan primer dalam proses pembentukkan karakter. Salah satu tanda pembentukan karakter anak adalah sikap kreatif. Anak yang sering bermain, kemampuan daya kreasinya akan semakin terampil dan terasah.

Namun, terkadang ada orang tua berpendapat, bahwa bermain hanya membuang-buang waktu dan lupa belajar. Sebenarnya tidak demikian. Justru sebaliknya, banyak manfaat yang diperoleh dari bermain. Sehingga anak-anak dapat mengembangkan berbagai aspek yang diperlukan untuk persiapan masa depan.

Yang penting, orang tua tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk menjadikan anaknya cerdas. Cukup dengan membiarkannya bermain, maka secara tak langsung kita sudah mendidik anak menjadi cerdas.

Tak perlu berburu mainan berkelas di super market untuk sekadar membarikan anaknya. Di sini bukan berarti yang harganya murah tidak bermutu.

Apa yang telah tersedia di sekitar rumah, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bermain yang mencerdaskan. Misalkan, meja, kertas, batu, sendok, bahkan koran bekas pun akan jadi bahan permainan yang membuatnya betah berlama-lama menekuni permainannya.

Tentunya bimbingan kedua orang tua tetap diperlukan. Sebatas mana boleh dilakukan, dan daerah mana yang sudah masuk kategori berbahaya. Seperti bermain menggunakan alat pisau atau cutter dengan tetap menghargai kreativitas anak.

 

Sumber: Surya_.15-Maret-2018.Hal_.11