Kuliner khas Korea banyak yang berhasil memikat selera orang Indonesia. Salah satunya chimaek alias chicken maekju. Makanan ini belakangan popular karena sering muncul dalam drama korea. Menu Korean chicken itu ada di Baratimur Coffee.

Biasanya, chimaek dinikmati dengan segelas minuman beralkohol, Saking identiknya, ada istilah khusus untuk makanan yang kerap dijadikan pendamping minuman beralkohol yaitu anju, Di antaranya adalah jeon (panekuk Korea) dan makgeoli (minuman beralkohol dari beras), soju dan BBQ Korea, lalu ayam goreng dan bir.

Budaya anju ini membawa makanan makanan itu berakar kuat dalam budaya minum pada ora 1980-an. Termasuk ikut menandai kelahiran chimaok. Bahkan chiamek menjadi menu yang dapat meningkatkan kemakmuran ekonomi negara Korea Selatan lho.

Itu terjadi setelah pada awal 2000an terjadi demam ayam goreng di Korea Selatan. Tercatat ada ribuan kedai yang menjual menu tersebut. “Maka bisa dipahami bila orang Korea pun suka ayam goreng. Tidak hanya Upin dan Ipin atau masyarakat Indonesia pada umumnya,” kata Pradani Mesda, salah satu tim dapur di Baratimur Coffee.

Belakangan chimaek pun dengan mudah ditiru oleh orang Indonesia. Itu pula yang mendasari pembuatan menu Korean Chicken di Baratimur Coffee. Monu tersebut sudah jadi daya tarik bagi para pengunjung sejak pertama kali diperkenalkan pada 2019. Resepnya pun terbilang mudah untuk dilakukan,

“Kebetulan para kru keranjingan nonton drakor. Lalu ada yang memberi gagasan agar memasukkan salah satu makanan di sana untuk masuk ke dalam menu harian. Jadilah menu Korean Chicken itu,” ujar Pradani.

Cara menikmatinya tentu saja tidak dengan minuman beralkohol. Masyarakat Indonesia pada umumnya menyantap chimack dengan minuman seperti es kopi susu atau toh. Tak jarang pula dijadikan sebagai lauk untuk makan nasi.

Cara memasaknya terbilang mudah. Pada dasamya chimaek lebih mirip ayam goreng yang dimasak lagi dengan saus khusus. Tapi ada sejumlah bahan yang bikin rasanya jadi khas. Berbeda dari kebanyakan olahan ayam goreng.

Bahannya pun mudah didapatkan seperti paha ayam, buttermilk, minyak wijon, bawang putih, jahe, tepung terigu, tepung jagung, telur, minyak sayur, saus barbeku Korea, dan biji wijen. “Semuanya. memakai takaran standar. Tergantung dengan selera masing-masing,” kata pria asli Lombok itu.

Kemudian dipersiapkan pula bahan bahan untuk membuat bumbu khas Koren. Mulai dari bawang merah bubuk, bawang putih, garam, cabal Korea, jahe, dan lada putih. Lagi-lagi Pradani menegaskan bahwa takaran masing-masingnya bisa menyesuaikan dengan selera. Namun, biasanya antara satu sampai tiga sendok teh.

Tahap selanjutnya adalah memasak. Yang pertama dilakukan adalah menyiapkan sebuah mangkuk besar. Lalu masukkan buttermilk, minyak wijen, bawang putih, dan jahe. Aduk sampai rata. Setelah itu masukkan daging ayam yang sebelumnya sudah dipotong tipis atau fillet. Diamkan satu jam untuk agar termarinasi.

“Namun, bila ada waktu luang, marinasi bisa dilakukan semalaman demi mendapatkan rasa yang lebih mak nyus. Caranya adalah dengan menutup mangkuk dengan rapat lalu dinginkan semalaman,” terangnya.

Tahap selanjutnya, mencampur seluruh bahan pembuatan bumbu Korea ke dalam mangkuk kecil. Diamkan beberapa saat. “Ada yang ingin rasanya semakin maksimal dengan memakai cara marinasi semalaman. Ada pula yang sudah keburu lapar sehingga cukup didiamkan selama beberapa saat saja,” terangnya.

Siapkan mangkuk besar lagi. Kocok telur bareng bumbu Korea tadi. Kali ini ditambahkan dengan tepung terigu dan tepung jagung. Kocok sampai tercampur. Setelah itu tambahkan setengah cangkir buttermilk. Bumbui sesuai selera.

Setelah bumbu siap, mulailah untuk menyalakan kompor. Siapkan minyak goreng di atas panci besar dengan menggunakan api sedang-besar. Suhu yang direkomendasikan sekira 160 derajat Celsius. Sambil menunggu minyak panas, angkat ayam dari buttermilk.

“Masukkan ke dalam campuran tepung. Celupkan ke dalam adonan telur lalu adonan tepung lagi. hingga terlapisi seluruhnya. Secara bertahap, goreng ayam, balik sesekali selama 6-8 menit hingga berwarna keemasan,” paparnya.

Tiriskan bila sudah selesai. Agar minyak bisa turun lebih sempurna, kita bisa menggunakan tisu. Caranya adalah dengan melapisi piring dengan beberapa lembar tisu. Letakkan ayam yang baru saja digoreng di alasnyn. Minyak secara otomatis akan terserap. Lalu pindahkan ke piring satu lagi setelah kandungan minyak telah terserap sempurna.

Terakhir, menyiramnya dengan saus barbeku. Tak lupa taburan wijen agar tampilannya jadi semakin menarik. Voilal Ayam goreng Korea sudah siap disantap. Bisa menambahkan saus: barbeku, mayonais, saus sambal, dan lain sebagainya. Dapat pula menyiapkan saus keju yang bisa dimasak sendiri.

Ada pula mereka yang justru lebih bisa menikmati makanan secara otontik. Tanpa dicampur bahan tambahan. “Saya sangat rekomendasikan untuk lauk makan siang. Bagian paling enaknya tuh pas kita menyesap tulang-tulangnya sampai ke akhir. Saat itu sensasinya. seru. Bikin makan makin lega dan. puan,” katanya. (Heti Palestina Yunani-Ajib Syahrian Nor)

 

Sumber: Harian Disway. 29 Juni 2021. Hal.40-41