Ciputra Hadirkan UCJ, Ekosistem Pendidikan Berbasis AI di Jakarta
22 September 2025
JAKARTA, KOMPAS.com – Raksasa properti, Ciputra Group, secara resmi menghadirkan ekosistem pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI) di Jakarta melalui Universitas Ciputra Jakarta (UCJ).
Kampus UCJ menempati area di kompleks Ciputra International, Jakarta Barat, yang saat ini masih dalam tahap konstruksi dan dijadwalkan tutup atap pada Oktober 2025. UCJ dihadirkan untuk mencetak generasi wirausahawan global melalui perpaduan arsitektur modern, teknologi generative AI, dan pengalaman bisnis nyata atau Real Business Experience (RBE).
Dengan pendekatan inovatif ini, UCJ tidak hanya menawarkan pendidikan, tetapi juga ekosistem yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pelopor, pewaris bisnis keluarga, atau profesional berjiwa wirausaha.
Kampus Modern
Dibangun di atas lahan seluas 10.000 meter persegi dengan total luas bangunan 63.207 meter persegi, kampus UCJ dirancang untuk menampung hingga 10.000 mahasiswa.
Pada fase pertama yang ditargetkan tuntas Mei 2026, UCJ akan menghadirkan 37.450 meter persegi bangunan, mencakup 65 kelas dan laboratorium, dua Integrity Hall berkapasitas 150 orang, serta satu auditorium untuk 500 orang.
Fasilitas pendukung seperti basement dan tiga lantai podium parkir untuk 320 mobil menjamin kenyamanan. Lokasinya yang berada di Ciputra International, superblock dengan dua office tower, dua apartment tower, dan fasilitas modern seperti lapangan tenis dan kolam renang, menjadikan UCJ terintegrasi dalam ekosistem urban yang dinamis. Desain arsitektur kampus dipercayakan kepada Yori Antar dari Han Awal & Partners, bersama kepala arsitek Reginald dan alumni UC, Ralf Vivaldo.
Director, Board of Executive, Yayasan Ciputra Pendidikan, Denny Bernardus, mengatakan, kampus ini bukan hanya tentang estetika, tetapi menciptakan ruang yang menginspirasi kreativitas dan kolaborasi. “Dengan konsep green building bersertifikat UI Greenmetric dan teknologi mutakhir, UCJ siap menjadi pusat pendidikan berkelas dunia,” ujar Denny, Senin (22/9/2025).
Tahun pertama operasional, UCJ menargetkan 1.000 mahasiswa Strata 1 dan Strata 2. Untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal para mahasiswa, Ciputra Group menyediakan 50 unit UC Living. Director Ciputra Group Agustono Effendy mengungkapkan, UC Living menjadi solusi inovatif untuk mengakomodasi mahasiswa sekaligus meningkatkan daya tarik investasi. “UC Living ini berada di San Fransisco Tower, dengan pilihan satu hingga dua kamar tidur yang disulap menjadi kamar kos dengan banderol mulai Rp 1,5 miliar,” imbuh Agus.
Berbasis AI
UCJ memperkenalkan standar baru di Indonesia dengan mengintegrasikan generative AI dalam setiap mata kuliah. “Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi melatih mahasiswa menjadi *super user* AI untuk menyelesaikan tugas secara lebih cepat dan efisien,” jelas Academic Director UCJ, Eddy Yusuf. Misalnya, dalam program Desain Komunikasi Visual, mahasiswa menggunakan AI untuk menghasilkan ide logo dalam hitungan menit, bukan hari, sambil tetap mengasah pemahaman filosofis dan keilmuan dasar.
Pendekatan ini memastikan lulusan UCJ tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi trendsetter yang siap bersaing di era digital. Regulasi penggunaan AI telah diterapkan sejak Januari 2025, dengan kurikulum yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan teknologi ini secara bijak. “Kami tidak takut AI menggantikan pekerjaan. Justru, mereka yang menguasai AI akan menggantikan yang tidak,” tambah Eddy.
Kerjasama dengan mitra global seperti IBM, yang menyediakan dana 50.000 dolar AS untuk pembelajaran machine learning, serta Apple Academy di UC Surabaya, memperkuat posisi UCJ sebagai pelopor pendidikan berbasis teknologi.
Jembatan ke Dunia Industri
UCJ menerapkan RBE ,di mana setiap tugas akhir mata kuliah berbasis proyek nyata bersama mitra industri seperti Ciputra Group, Kawan Lama, dan InterContinental Hotels Group. “Mahasiswa kami tidak belajar di ruang hampa. Mereka mengerjakan masalah riil di lapangan, dinilai akademisi dan pelaku industri,” ungkap Campus Director UCJ Winarto Poernomo. Hasilnya, saat lulus, mahasiswa memiliki portofolio proyek nyata yang diakui industri, memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan lulusan universitas lain.
UCJ juga menawarkan tiga jalur sukses: menjadi perintis (startup), pewaris bisnis keluarga, atau profesional. Dengan jejaring Ciputra Group, mahasiswa mendapatkan akses ke peluang magang, proyek, dan kolaborasi internasional, termasuk student mobility ke universitas di China, Australia, Inggris, dan Malaysia.
“Kami memastikan lulusan siap pakai, dengan tingkat *employability* yang diakui unggul oleh Dikti,” tambah Eddy. Dengan pengalaman 19 tahun di UC Surabaya, yang telah meluluskan hampir 11.000 wirausahawan, UCJ siap melanjutkan warisan ini di Jakarta.

