USUNG GAYA URBAN, BERMAIN WARNA AKROMATIK Pergelaran Surabaya Fashion Parade (SFP) 2021 kemarin (5/12)
TEMA Hope diangkat oleh guest designer Weda Githa dalam 14 loaks karyanya. Desainer yang berbasis di Bali tersebut menuturkan, baju-bajunya banyak bermain di Jayer dengan warna-warna akromatik. Gaya urban dan street wear begitu menonjol dengan paduan top, bottam, dan outer sporty style.
Bahan-bahan menggunakan fleece, knit, katun, dan linen untuk memastikan kenyamanan saat digunakan.
“Di antara wama akromatik, ada wama kuning yang menyala, menggambarkan sebuah harapan. Bahwa, di tengah pandemi, selalu ada harapan untuk hidup lebih baik,” ujamya.
Koleksi Weda terse but juga menghadirkan keindahan dalam gaya androgini yang diciptakan
dengan pesona kombinasi karakteristik maskulin dan feminin. Busana nya bisa menjadi pilihan baru sebagai bentuk eksistensi diri tanpa harus terperangkap soal gender. “Biasanya crop top hanya dipakai perempuan. Kali ini, saya membuatnya untuk laki-laki. Aksesori seperti anting-anting juga saya tambahkan untuk menguatkan kesan fluid gender,” ujarnya.
Dia mengartikan konsep Ciclo atau keberlanjutan sebagai tema besar SFP 2021 tak cuma lewat bahan-bahan untuk fashion, namun juga representasi karyanya.
Sementara itu, Viva Cosmetics yang berkolaborasi bersama Allets by Stella Lewis hadir dengan tema senja. Koleksi tersebut mengangkat biru dan ungu sebagai basic color gaun.
Dipermanis dengan sentuhan motif mega mendung dan teknik cipratan yang seolah menggambarkan langit menjelang malam.
Tak cuma desainerkondang, SFP 2021 menjadi ajang pembuktian bagi para desainer muda yang tengah merintis karya-karya barunya. Meski ditengah pandemi, bakat-bakat di dunia fashion bakal terus bermunculan dan menelurkan karya. Salah satunya Universitas Ciputra yang mengusung beberapa mahasiswa semester 5 jurusan foshion product design and business, seperti Bisabeth Stefanny, Lauren
Veronica Sidarsono, Dheva Graciela, Laura Victoria, dan Phoebe Nathania. Mereka menghadirkan 12 karya bertema modem meliorism yang sarat dengan warna krem, kuning, gading, dan biru sebagai kesan city light. “Bahan-bahan yang digunakan merupakan antibakteri sehingga tak Cuma nyaman, tetapi juga mempertimbangkan faktor Kesehatan di tengah pandemi,†ujar Lauren. Desainer lain yang tampil adalah 5O.NY by Sonny Nagasurya, Singapore Tourism Board, Aldre, Emmy Thee, Dhipapari by Dwiyatirta,SMKN 1 Buduran Sidoarjo, Lasalle College, Andy Sugix x Hefi Rosid, dan Gingersnapbali. Selain show, di hari terakhir kemarin diumumkan pemenanglomba desain dan model search yang penilaiannya dilakukan sepanjang acara SFP 2021. Founder SFP Dian Apriliana Dewi memberikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Terutama untuk sponsor, desainer, hingga model. Bagi dia, perhelatan tahunan tersebut tak akan bisa sukses tanpa sinergi yang baik semua pihak. “Kami tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa Support dari semuanya. Terima kasih untuk keterlibatan dan totalitasnya. Semoga ke depan SFP terus bisa diadakan. Tentunya, dengan gebrakan dan inovasi yang luar biasa,”ungkapnya. (ree/cT7/xav)
Sumber: Jawa Pos. 6 Desember 2021. Hal.14.

