Oleh F. Rahardi (Pengamat Agribisnis)
Para pendaki Gunung Gede lewat jalur Gunung Putri, biasanya istirahat. dan menginap di Alun-alun Suryakencana. Tiap liburan sekolah / kuliah, lembah indah dengan edelweis jawa ini penuh dengan tenda para pendaki.
Suatu siang, seorang pendaki senior memetik gulma yang tumbuh di sekitar mata air. Meski kemarau panjang, gulma itu tetap tumbuh dengan subur. Para pendaki milenial, heran. “Untuk apa, daun itu?” Si pendaki senior menatap para penerima itu. “Ini namanya jombang, Bahasa Inggrisnya Common Dandelion. Nama botainya Taraxacum campylodes. Ini enak. Kalau mau ayo ke tenda saya.” Daun dan kuncup bunga dandelion itu lalu. Misting diisi udara, kompor gas mini dinyalakan. Setelah udara mendidih daun dan kuncup bunga dandelion itu dimasukkan, tak lama kemudian diangkat. “Rasanya agak pahit. Tapi ini sayuran yang menyehatkan. Ayo, ini bumbu pecelnya!”
Dandelion sudah jadi gulma di kawasan pegunungan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tumbuh di elevasi mulai dari 700 meter dpl sampai 2.500 meter dpl, gulma ini berasal dari Eropa dan Asia Barat. Diduga dandelion dibawa ke Indonesia oleh Bangsa Kulit Putih, sebagai tanaman hias.
Berbunga kuning sedikit lebih kecil dari gerbera, sosok dandelion terkenal indah. Bji dandelion bersayap kapas seperti sintrong dan tempuyung. Bji-biji itu diterbangkan angin ke dan menyebar dengan sangat cepat.
Di Eropa, dandelion disebut Swedish Mom dan dipakai sebagai sayuran pada musim semi, Dandelion yang mulai tumbuh pada akhir musim dingin biasa dipanen dan dikonsumsi selama masa puasa Pra Paskah sebagai “sayuran pahit”. Masyarakat Katolik dan Protestan Eropa percaya, dandelion mampu membersihkan tubuh, terutama pengungkit dari makanan berlemak yang dikonsumsi dalam volume besar selama musim dingin. Pemanfaatan dandelion sebagal sayuran di Eropa, tidak seluas selada dan letuce. Tetapi dandelion lebih fleksibel untuk dikonsumsi dengan berbagai cara dan bahan lain.
Setelah jadi hidangan penting pada musim semi; dandelion hanya terdengar gulma. Sama dengan di Indonesia. Tetapi belakangan ini di Eropa dan Amerika mulai ada kesadaran untuk mengonsumsi gulma sebagai sayuran, terma- suk dandelion. Di Situs FreshDirect, dandelion segar yang ditawarkan 2.99 dolar AS (Rp 41.860) per I oz (23,3 gram); atau Rp 1,8 jutà per kilogram. Di beberapa kota Eropa dan AS juga mulai ada restoran yang menyajikan aneka menu dan delion, terutama salad.
Selain dipercaya sebagai pembersih tubuh, dandelion juga berkhasiat diuretik (memper- lancar air seni).
Pengamat Dapat Sebutan: Jombang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia; kosa kata Jombang berarti elok; cantik; tampan. Kosakata ini merupakan serapan dari Bahasa Melayu, bukan dari Bahasa Jawa. Dalam Bausastra Jawa, tidak dijumpai entri jombang.
Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Sebaliknya, nama jombang untuk kabupaten, kecamatan dan desa itu; juga tak ada Kemungkinan besar nama tempat itu mengacu ke Bahasa Melayu; yang sejak Zaman Majapahit sudah menjadi bahasa perdagangan di Nusantara. Jadi nama-nama molek; atau lezat, harum, merdu; yang juga diwadahi dalam kosa kata jombang. sebagai teh dengan khasiat diuretik. Fungsi dandelion sama dengan tempuyung, Sonchus arvensis; kumis kucing (remujung), Orthos crispa. Di situs penjualan online, dandelon juga ditawarkan dengan nama Pu Gong Ying; mulai dari Rp 70.000 kemasan 600 gram. Nama teh jombang malah tidak dikenal. Teh kemasan 400 gram. yung paling sulit didapatkan. Sampai sekarang produk diuretik itu memang belum dibudi- dayakan secara massal, hingga kebutuhan ma- keji beling; dandelion punya kelebihan dengan tiga manfaat. Sebagai teh diuretik, sayuran dan tanaman hias. dandelion juga dipromosikan sebagai bahan herbal dengan aneka khasiat. DI Shopee, delion yang disebut sebagai tanaman obat, kopedia, dandelion yang ditawarkan sebagai tanaman kemasan 5 gram; dan tanaman mulai Rp 46.000 bobot 400 gram. Dalam Bahasa Melayu, jombang berarti ayu, Jelita, molek. Di Indonesia, dandelion disebut jombang karena bunganya indah. Sebutan ini berasal dari lingkungan perkebunan di gunungan Jawa dan Sumatera. Orang-orang Belanda yang me-nanam dandelion di rumah reka, menyebut tanaman ini jombang, Bahasa Melayu; dan diikuti oleh masyarakat Jawa sampai sekarang.
Nama jombang untuk dandelion tak ada bahasa dengan Kabupaten Jombang, Jawa Tmur; Kecamatan Jombang, Cilegon, Banten; Desa Jombang, Purworejo, Jawa Tengah; atau 25 tempat itu mengaeu ke terminologi ayu, jelita.
Di Indonesia, dandelion justru dikeringkan iphon aristatus; dan keji beling, Strobilanthes puyung yang ditawarkan berkisar Rp 12.500 kemasan 50 gran. Teh kumis kucing Rp 14.900 Di situs penjualan online, keji beling ditawarkan seharga Rp 40.000 per kilogram. Kalau dihitung per kilogram harga dandelion Rp 116.666; tempuyung Rp 250.000 dan kumis kucing Rp 37.250. Harga teh dan delion jauh di atas kumis kucing dan keji beling dan harga paling tinggi. Ini wajar sebab bahan baku tempuyung Dok. F. Rahardi sih dipasok dari alam.
Dibanding tempuyung, kumis kucing dan Selain sebagai teh diuretik, di Indonesia. ditawarkan Rp 28.000 per tanaman. DI hias berupa biji dengan harga Rp 12.500 .
Tetapi di Shope maupun Tokopedia, ingat bahwa dandelion hanya bisa hidup di dataran tinggi.
Sumber: Tabloid Kontan. 25 Januari-31 Januari 2021. Hal.23

