Perlambatan ekonomi yang menggelayut dalam empat tahun terahkir seolah tak kuasa menghambat lesatan sektor industri digital. Setiap tahun sektor itu selalu tumbuh double digit alias lebih dari 10 persen. “Pertumbuhan” double digit itu masih akan terjadi dalam beberapa tahun kedepan “ ujar Danny Oei Wirianto mantap”.
Danny merupakan founder Semut Api Colony pada 2001, salah satu perintis industri digital Indonesia.
Teknologi Bikin Bisnis Lebih Mudah
Namun, sebelum itu, pria kelahiran Jakarta 1 November 1974 tersebut terjun di dunia industri digital di Amerika serikat sejak 1997. Di negri pelopor industri digital itu, danny bekerja sebagai digital artist di Adobe.
Tiga tahun berselang lulusan Kendall College Of Art and Design, Michigan AS itu pindah ke agency. ( perusahaan marketing) dan menanggani proyek branding skala global untuk produk-produk seperti nike, compaq, dan merek multinasional lainnya.
Pertumbuhan pesat internet pada era milenium membuat bisnis semut api colony yang dijalankan Danny dari AS mendapatkan respon positif klien-klien perusahaan besar di Indonesia berdatangan. Pada 2003, danny memutuskan untuk kembali ke tanah air.
Sejak itu, beragam aksi dilakukan misalnya, investasi di kaskus serta membangun perusahaan mindtalk , merah putih Inc, Media Xasia, klix Digital, Infokost, Daily Social , Lintas me dan banyak lainnya. Saat ini Danny menduduki kursi chef marketing officer (CMO) GDP venture perusahaan afiliasi Djarum Group yang aktif berinvestasi di industri digital.
Menurut Danny, industri digital di Indonesia memang menawarkan potensi yang menggiurkan karena itu, bukan hanya investor domestik. Investor asing pun berlomba lomba untuk masuk pasar Indonesia dengan mengakuisi belasan start up potensial. Terutama sejak 2012 ucapnya.
Dia menyebutkan Indonesia adalah negara terbesar dengan lebih dari 65 persen penduduk berusia kurang dari 35 tahun usiaa produktif sekaligus market yang konsumtif dan dinamis sehingga sanggup menyerap teknlogi dengan cepat pertumbuhan ekonomi di level tinggi juga menjadi magnet kuat bagi investor “ujar sosok yang menjadi mentor bagi ratusan start up Indonesia itu.
Apalagi lanjut danny penetrasi internet telah melebihi 35 persen di atas batas minimum penetrasi 30 persen yang menjadi acuan perusahaan internet kelas dunia untuk melakukan penetrasi ke suatu negara . “teknologi pun kini menjadi salah satu motor ekonomi Indonesia karena memudahkan orang untuk melakukan suatu usaha di manapun.
Industri digital juga menjadi jalan mencetak wirausahawan – wirausahawan baru. Menurut dannya maraknya kemunculan online marketplace atau situs jual beli online membuat siapa saja bisa menjadi enterpreneur, mulai ibu –ibu atau anak muda yang ingin menjual kue, lauk pauk, pakaian, atau kerjaninan tangan lainnya. Berbagai barang ada di situs online . perusahaan- perusahaan besar juga eksis berjualan di dunia maya. Jadi kalau ada yang di bilang in clusive growth ( pertumbuhan ekonomi yang melibatkan banak pihak) industri digital inilah jalannya.
Apalagi kuatnya penetrasi internet melalui ponsel cerdas menjadikan makin banyak orang bisa berinterkesi di dunia maya, baik sebagai produsen , konsumen, maupun hanya sebagai pedagang perantara. Artinya teknologi ini membuat orang bisa berbisnis dengan mudah dan murah katanya.
Rumus ekonomi yang sudah di akui menyebutkan perekonimian suatu negara akan kian maju dan kukuh apabila ditopang banyaknya wirausahawan. Di indonesia jumlah enterpreneur baru sekitar 1,56 persen dari jumlah penduduk. Angka itu sangat jauh jika dibanding dengan negara maju seperti AS yang mencapai 12 persen Jepang (10 persen) dan singapura (7 persen).
Lantas seiring dengan kian berjubelnya pemain di bisnis online market place apakah bisnisnya sudah memasuki titik jenuh? Danny menuturkan saat ini memangh kian banyak perusahaan besar yang berkompetinsi di bisnis tersebut. Selain kaskus sebagai pelopor adalah blibi ,tokopedia, bukalapak, matahari mall, OLX, Lazada dan masih banyak yang lainnya “ tapi bisnis ini masih akan tumbuh pesat ujarnya optimis.
Apa argumentasinya? Selain pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan kian banyaknya masyarakat kelas menegah Indonesia, Danny menyebut salah satu faktor penting yang berpengaruh adalah kehadiran media televisi dan internet yang sudah menjangkau seluruh pelosok tanah air.
“Dari televisi dan internet masyarakat tahu perkembangan berbagai produk. Karena punya daya beli, mereka adalah konsumen potensial,”. Jelasnya.
Namun , sebagai mana siklus bisnis lainnya, industri digital juga tidak akan selamnya mampu melesat tumbuh double digit tiap tahun. Menurut dia , pertumbuhan double digit ini akan di capai hingga 3 tahun mendatang atau 2018. Selain itu, karena basis pertumbuhannya sudah tinggi, pertumbuhan industri digital di perkirakan melambat di baewah 10 persen. “namun, akan tetapi lebih tinggi jika di bandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, “urainya.
Meski tumbuh pesat, tidak berarti industri digital di tanah air bebas kendala. Salah satu faktor yang di nilai danny cukjup merepotkan adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk terjun di industri digital. “maslahnya klasik , dunia pendidikan kita belum mampu mencetak lulusan yang siap kerja. Akitbatnya kita tidak bisa bergerak cepat karena harus mendidik mereka mulai awal”.
Jawa pos Sabtu 30 JANUARI 2016

