SIDOARJO, Jawa Pos – Desa Bungurasih, Waru, menjadi pilot project pengabdian masyarakat Universitas

Ciputra (UC). Para mahasiswa berupaya mengembangkan kewirausahaan, sosial, dan lingkungan. Tujuannya adalah rebranding desa. Kegiatan pengabdian masyarakat itu bernama UC Devotion. Joyce Hammond, ketua program UC Devotion, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi Bungurasih. Alhasil, ada beragam usaha mikro. Paling banyak sektor makanan dan minuman (mamin). ’’Banyak penjual sinom dan mi ayam. Jasa katering juga ada,” katanya. Namun, Hammond melihat perkembangan ekonomi tidak merata. Pelaku usaha berkembang di beberapa rukun warga (RW). Hal itu disebabkan mayoritas penduduk adalah warga tidak menetap. ’’Seperti di RW 4. Hampir 60 persen. Sisanya, warga menetap,” tuturnya. Ya, Bungurasih sering menjadi jujukan hunian sementara bagi pendatang baru. Khususnya mahasiswa dan pekerja dari luar kota. Belum lagi, desa tersebut berdekatan dengan terminal. ’’Banyak orang berpandangan negatif pada Bungurasih. Ada copet dan karaoke dangdut,” jelasnya. Karena itu, lanjut Hammond, pihaknya berencana melakukan rebranding desa. Kesan negatif tersebut akan dibuah menjadi kawasan yang dipenuhi produk unggulan desa. Mereka juga akan membuat kebun vertikal di salah satu lahan yang tidak dipakai. (oby/c17/dio)

Sumber: Jawa Pos 11 Oktober 2019. Hal. 25.