
Digital Wallet
Lancarkan Transaksi Tunai Pelanggan
Penulis Liana Threestayanti
Lion Parcel menerapkan digital wallet untuk menciptakan rangkaian transaksi tunai yang aman dan mudah dari konsumen akhir hingga ke distributor, pengirim, dan pelanggan.
SEKTOR logistik Indonesia terbilang kuat karena mampu bertahan meski dilanda krisis ekonomi global dan pelemahan ekspor. Permintaan dari konsumen terus meningkat dan aktivitas industri tetap berjalan.
Bahkan, bila dibandingkan dengan sektor logistik di negara ASEAN lainnya, Indonesia diyakini memiliki volatilitas tertinggi. Menurut Yukki Nugrahawan Hanafi (Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/ALFI) seperti dikutip dari situs Bisnis.com, volatilitas freigght forwarding mencapai 11,8%; express dan small parcel mencapai 21,7% dengan pertumbuhan CAGR pada internval 2013-2017 sebesar 11,7%.
Sementara di beberapa negara tetangga, volatililas itu mulai terlihat menurun. Misalnya, seperti dikutip dari Bisnis.com, Singapura CAGR contract logistics-nya hanya 7,3%. Filipina 11,3%, dan Thailand 9,7% pada interval 2013 sampai 2017.
Tingginya permintaan pasar Indonesia tak lepas dari menjamurnya bisnis e-commerce. Selama 10 tahun terakhir bisnis e-commerce dalam negeri tumbuh sekitar 17%. Hanya saja, Indonesia menghadapi dua masalah mendasar dalam perkembangan e-commerce, yaitu sistem pembayaran dan pengiriman barang. Nah, inilah peluang yang diperebutkan oleh perusahaan kurir.
Pasar yang menjanjikan tentunya meningkatkan persaingan. Di tengah digitalisasi yang kian masif, persaingan itu datang bukan hanya dari sesarna penyedia layanan logistik. Penyedia aplikasi transportasi, seperti Go-Jek dan Grab, juga kini menawarkan jasa pengiriman.
Selain mengandalkan infrastruktur logistik dan transportasi yang baik, penyedia layanan logistik kini menerapkan sistent informasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, dan memberikan layanan terbaik bgai pelanggan,
Tingkatkan Last Mile Operation
Mulai beroperasi tahun 2013, Lion Parcel terbilang “new kid on the block” di kancah logistik. Namun dengan dukungan infrastruktur jaringan serta armada pesawat berfrekuensi tinggi milik Lion Group yang menaunginya, penyedia jasa kurir ini mampu melayani permintaan pengiriman untuk tujuan domestik maupun internasional.
Pihak manajemen Lion Parcel selalu mencari teknologi yang dapat membantu perusahaan meningkatkan proses dan nilai tambah bagi pelanggan. Penggunaan teknologi dipandang sebagai sebuah peluang untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.
Last mile operation menjadi perhatian bagi Lion Parcel, misalnya dalam hal perkiraan sampainya barang ke tangan penerima, transparansi invoice dan bukti pengiriman, atau kebijakan pengembalian barang yang mudah dan cepat. Optimalisasi dari last mile operation ini oleh penyedia jasa kurir di Asia Tenggara, menurut Dhruvil Shangvi (CEO LogiNext), dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan.
Salah satu cara optimalisasi yang dipilih Lion Parcel adalah dengan mengotomatisasi proses invoicing pada layanan cash-on-delivery (COD). Ketika otomatisasi ini tidak dilakukan, perusahaan melihat adanya potensi process gap. Adanya gap bisa berujung pada keterlambatan menyerahkan uang cash antarvendor, ketidaksesuaian invoice, dan lemahnya monitoring dalam cash movement. Otomatisasi ini diyakini perusahaan akan menciptakan transaksi tunai yang lebih aman dan mudah dari konsumen akhir hingga ke pelanggan, distributor maupun pengirim.
Proses COD Lebih Transparan, Tanpa Kesalahan
Untuk itu, Lion Parcel mengimplementasikan digital wallet system dari LogiNext. Ketika ada konsumen membayar dengan nang kes untuk satu pengiriman, transaksi secara otomatis dicatat oleh sistem. Lalu, perusahaan akan mendebit sejumlah yang diterima itu dari saldo milik partner logistik Lion Parcel yang ada di sistem wallet tersebut. Tidak ada uang kes dipertukarkan dalam proses ini. Karena proses berlangsung secara digital, setiap ID transaksi akan disimpan sebagai referensi.
Menurut pihak Lion Parcel, proses implementasi berjalan relatif cepat karena solusi LogiNext bersifat hardware agnostic. Antarmuka wallet langsung diintegrasikan dengan logistics management systern milik Lion Parcel.
Secara umum, implementasi sistem digital wallet meningkatkan efisiensi jasa pengiriman. Dengan sistem wallet digital ini, Lion Parcel dapat menyempurnakan transasksi cash sehingga semua stakeholder dapat menikmati layanan COD yang tepat waktu dan aman.
Sistem ini meningkatkan transparansi dalam pengelolaan COD, memampukan proses cash handover yang lebih cepat, terdokumentasi, dan error-free; dan mengurangi kesalahan pada invoice. Selain itu, proses operasional menjadi lebih lentur (agile) dan responsif sehingga perusahaan dapat segera mengambil tindakan ketika terjadi ketidaksesuaian.
“Lion Parcel percaya dalam memenuhi segala aspek bagi kesuksesan pelanggan melalui mekanisme cash-on-dclivery yang efektif dan tangkas. Partner kami, LogiNext telah membantu kami untuk mengotomasikan keseluruhan sistim invoicing cash-on-delivery, sehingga dapat mempersingkat serta lebih tepat mengarahkan pembayaran COD kepada vendor hingga kepada pelanggan kami tanpa adanya kesalahan apapun,” jelas Farian Kirana (Direktur Lion Parcel) melalui siaran pers.
Sumber : Info Komputer Februari 2018 | Hal 62-63
URL : https://www.ciputra.ac.id/library/digital-wallet-lancarkan-transaksi-tunai-pelangan/
