Sumber:https://radarsurabaya.jawapos.com/surabaya/777227997/disrupsi-ai-makin-ganas-universitas-ciputra-gandeng-industri-siapkan-talenta-kreatif-siap-tempur-di-era-digital

Disrupsi AI Makin Ganas! Universitas Ciputra Gandeng Industri, Siapkan Talenta Kreatif Siap Tempur di Era Digital

22 Februari 2026

RADAR SURABAYA – Di tengah percepatan disrupsi teknologi dan pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI), Universitas Ciputra mengambil langkah strategis dengan memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

Melalui agenda Industrial Gathering 2026, School of Creative Industry (SCI) Universitas Ciputra resmi melantik Industrial Advisory Board sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis kebutuhan industri kreatif.

Langkah ini menjadi respons konkret terhadap perubahan lanskap industri yang semakin terdigitalisasi.

Pemanfaatan AI kini tidak hanya memengaruhi proses produksi, tetapi juga mengubah pola kerja, model bisnis, hingga kompetensi yang dibutuhkan di sektor ekonomi kreatif.

Sinergi Pendidikan dan Industri Kreatif

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Arumi Bachsin Emil Dardak selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Timur (Dekranasda) Jawa Timur, serta Yanuar Arief, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arsitektur, dan Desain pada Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kehadiran unsur pemerintah mempertegas pentingnya sinergi pendidikan tinggi dan industri dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional.

Rektor Universitas Ciputra, Prof. Wirawan ED Radianto, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri menghadapi perubahan industri yang sangat cepat.

“Kreativitas hari ini tidak cukup hanya inovatif, tetapi harus relevan dan berdampak. Kolaborasi konkret dengan industri menjadi kunci agar lulusan

mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi, termasuk perkembangan AI yang kini memengaruhi proses desain dan produksi kreatif,” ujarnya, Minggu (22/2).

Paradigma Baru Pendidikan Desain

Dekan School of Creative Industry Universitas Ciputra, Susan, menilai paradigma pendidikan desain perlu diredefinisi.

Selama ini, desain kerap dipahami sebatas aspek estetika, padahal memiliki peran strategis dalam penciptaan nilai ekonomi.

Menurutnya, karya mahasiswa harus memiliki hilirisasi yang jelas, bernilai ekonomi, relevan dengan kebutuhan industri, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Mahasiswa juga didorong untuk berpikir melampaui aspek seni semata, dengan mengedepankan pendekatan problem solving, inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Kami ingin mahasiswa memiliki pola pikir terbuka. Ketika mereka mendesain, mereka tidak berhenti pada karya estetik, tetapi mampu menemukan sisi entrepreneurial-nya serta memahami potensi ekonomi dari desain tersebut,” jelas Susan.

Peran Strategis Industrial Advisory Board

Pelantikan Industrial Advisory Board menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem kreatif berbasis industri. Dewan yang terdiri atas para praktisi dan pemimpin industri kreatif ini akan berperan dalam:

Memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri

Mendorong proyek kolaboratif dan riset terapan

Mengawal implementasi program magang industri

Mendukung inkubasi bisnis kreatif mahasiswa

Model kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan talenta kreatif yang tidak hanya unggul secara teknis dan estetika, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dan dinamika pasar global.

Dengan integrasi yang lebih erat antara kampus dan dunia usaha, Universitas Ciputra menargetkan lahirnya generasi kreatif Indonesia yang inovatif, berdaya saing tinggi, serta mampu memanfaatkan AI sebagai peluang, bukan ancaman.

Transformasi pendidikan industri kreatif berbasis kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif di era ekonomi digital.(rmt)