Dosen UC Kenalkan Batik ke Australia
6 September 2024. Hal.16
SURABAYA-Alumni Grant Scheme (AGS) Australia, desainer sekaligus dosen fashion Universitas Ciputra (UC) Janet Teowarang akan kembali membawa karya-karyanya ke panggung di Australia. Karya-karya fashionnya tersebut merupakan hasil dari kolaborasi bersama UMKM di Pasuruan. Untuk show di kota Sydney, dia berkolaborasi dengan UMKM Sanggar Batik Barata. Sedangkan untuk show di kota Brisbane dirinya berkolaborasi dengan UMKM KalND.
Untuk kegiatan di Brisbane, Janet menerangkan bahwa dirinya didanai oleh Australian Alumni Grants yang dikelila oleh Australia Awards di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut pun dia akan berkolaborasi dengan Carla van Lunn, desainer dari Queensland University of Technology. Selain show, dia juga akan menggelar talkshow yang banyak membahas soal empowering women karena yang terlibat memang banyak dari perempuan. “Tapi selain itu kita juga akan banyak membahas soal eri silk tencel yang sebenarnya di Indonesia pun ada yang memproduksi,” terangnya saat ditemui di UC Tower kemarin (5/9).
Dia menjelaskan bahwa eri silk tencel yang merupakan tenun kain sutra dari kepompong ini belum banyak yang tahu. “Dari Australia pun kebanyakan mengambil dari Thailand maupun Indoa. Jadi di kesempatan ini saya ingin menunjukkan bahwa Indonesia pun punya eri silk tencel yang tidak kalah bagus,” sambungnya.
Terlebih, meskipun berupa tenun buatan tangan, tenun yang dihasilkan tersebut tetap ringan dan breathable. “Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa tenun Indonesia itu tebal dan susah untuk diolah. Padahal ada juga eri silk tencil ini yang bisa menjadi pilihan,” tambahnya.
Janet juga berkolaborasi dengan beberapa mahasiswanya. Dua diantaranya adalah Devine Adriella dan Maria Jocelyn Poillot yang turut membuat beberapa desain baju dari kain yang sudah diproduksi. “Saya mengajak beberapa mahasiswa agar kesempatan ini juga bisa memberikan pengalaman dan juga agar bisa menjadi tambahan untuk portofolio mereka ke depan,” tambahnya. (ama/jun)

