Merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Silaturahmi mau tidak mau harus terhalang oleh pembatasan sosial yang mesti dipatuhi akibat pandemi yang tak kunjung pergi. Namun, kondisi serba terbatas untuk bertemu dan bertatap muka justru melahirkan gagasan dan ide-ide di kepala kaum milenial yang kreatif serta inovatif.

Sebut saja alumnus Marketing Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya Rahmi Hidayah yang berprofesi florist. Dia membuat dried flowers in frame yang menjadi salah satu isian dalam hampers bertema Raya from Home. Tujuannya tentu saja sebagai alternatif hadiah Lebaran yang dibuat secara handmade dengan sisi yang cute dan tidak pasaran.

“Ini tahun kedua aku bikin hampers handmade. Untuk hadiah buat orang tua, kerabat, pasangan, sahabat, relasi kerja. Tema Raya from Home diambil karena pandemi ini mengharuskan kita menaati peraturan pemerintah dengan tidak mudih dahulu. Maka, hadiah akan jadi salah satu hal yang dapat menyampaikan rasa meski tanpa tatap muka,” terang owner ARE Flowerstore itu kemarin (30/4).

Rahmu mengungkapkan, hampers handmade tahun ini merupakan kolaborasinya dengan local brand Pasmira. Dried flowers in frame berisi bunga asli yang telah diawetkan sebagai sentuhan pemanis sehingga bisa tahan lama. Tidak perlu cemas bunga di dalam frame akan layu.

Bunga yang biasa digunakan adalah baby breath, caspea, Limonium, lagurus, phoenis, statice, asparagus bintang, dan sebagainya. Beberapa jenis bung aitu memang lazim dimanfaatkan sebagai hiasan yang long lasting. Terutama oleh pecinta dried flower alias bunga kering. “Perbedaan dari frame tahun lalu adalah tahun ini aku menggunakan animasi pop-up,” imbuhnya.

Selain dried flowers in frame, hampers kreasi Rahmi juga berisi beberapa item lain. Di antaranya kitab suci, masker, hijab atau bergo, cookies, hingga gift card atau kartu ucapan yang bisa ditulisi dengan pesan-pesan manis untuk orang terkasih.

 

Sumber: Jawa Pos, 1 Mei 2021