SURABAYA – Tak memiliki turunan darah Padang, Sumatera Barat, tidak melunturkan setengah mati Pipiet R. Hidayat pada lezatnya rendang. Makanan yang terbuat dari daging sapi berbumbu santan kaya rempah itu sejak lama menarik perhatiannya.
Bahkan, saking cintanya pada rendang, general manager Nujaniv de Beaute itu selalu menetapkan waktu khusus untuk menyantapnya. Biasanya, tap pekan sekali. “Enaknya itu sampai ke hati,” katanya, lantas terbahak.
Untuk menikmati menu yang termasuk jenis penganan terlezat di dunia versi Travel CNN itu, Ppipiet melakoninya dengan dua cara. Pertama, mengunjungi rumah makan Padang langganannya di kawasan Surabaya Timur. Lalu yang kedua, memasak sendiri.
Dalama keluarganya, bukan dia saja yang suka rendang. Suami serta ketiga anaknya juga memiliki kecintaan yang sama. Tak heran, jika si Bunda -begitu Pipiet disapa anaknya-tidak memasak rendang dalam waktu tertentu, mereka pasti protes. “Biasanya, saya masak rendang itu pas hari libur. Soalnya,(memasak) cukup lama. “jelas dia.
Masih berceruta tentang rendang, setiap tahun ada rutinitas yang tidak bisa dilupakan keluarga besar Pipiet. Yakni, memasak rendang bersama. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya bisa belasan kilogram daging sekaligus.” Nanti kalau sudah jadi, dibagi-bagi ke saudara,”jelas alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.(nji/c6/ayi)
Sumber: Jawa Pos 18 Februari 2014. Hal.40

