Tidak pernah terbayangkan oleh Erlita Tantri (37), banjir membuatnya bingung mencari jalan pulang. Akibat banjir pula, dia akhirnya tiba di rumah larut malam.
Dara asli Surabaya yang bekerja di Universitas Ciputra itu mengaku baru sampai di rumah sekitar pukul 23.00.
Erlita yang telah bekerja 10 tahun itu mengaku baru kali ini melihat banjir menggenang tinggi. Dia mengetahui informasi banjir itu dari rekan-rekannya yang lebih dulu terjebak banjir di jalan.
Dia mengaku kaget mengetahui banjir begitu tinggi,. Ia pun memutuskan untuk menunggu hujan reda, sambil menunggu surutnya genangan.
Namun ternyata hujan tak kunjung reda dan banjir tiada surut hingga hampir pukul 20.00. “Kalau biasanya pulang ke rumah hanya 30 menit, kali ini bisa sampai 2,5 jam,” keluhnya.
Perempuan yang mengaku senang bergaul dengan orang baru itu berharap, kejadian banjir serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Ia menilai, perkembangan dan perbaikan infrastuktur di Surabaya sebenanrnya sudah bagus. Namun ia heran kenapa kok bisa banjir setinggi itu.
Erlita yang tinggal di Sepanjang Simowau baru menyadari banjir terjadi karena adanya sumbatan aliran air. Informas itu ia terima dari teman-temannya. Bahkan Erlita menceritakan, ada seorang temannya yang rela menginap di hotel akibat akses jalan menuju rumahnya terendam banjir.
Meskipun terpaksa pulang larut malam, Erlita bersyukur karena bisa sampai rumah dan bertemu keluarganya dengan selamat. Ia mengaku trauma jika hujan turun deras lagi.
Dia berharap kepala daerah yang baru saja dilantik bisa menangani masalah banjir di Surabaya. Sebab, dampak banjir sangat luas dan terkait dengan kepentingan orang banyak. (bni)
Sumber: Surya, Senin 29 Februari 2016

