Berdiri di salah satu sudut Karawaci, Tangerang, DSN Intervention Headquarter tidak menampakkan diri sebagai tempat bekerja. Membaur dengan rumah rumah tinggal di sekitarnya.

YANG membuat beda hanya tampilan. Kelihatan sekali bangunan tersebut dirancang seasyik asyiknya. “Kami sengaja tidak ingin membedakan tipologi bangunan dengan rumah-rumah di sekitar kami,” ungkap Ivan Wirasa Ersan, principal architect DSN Intervention 1 archi n Headquarter. Dia ingin seluruh timnya merasa senyaman pulang ke rumah setiap kali berangkat kerja.

DSN Intervention juga ingin membuat para karyawannya punya rasa memiliki yang besar terhadap kantor tersebut. DSN Intervention Headquarter dikerjakan selama dua tahun. Dengan luas bangunan mencapai 200 meter persegi, kantor tersebut terdiri atas tiga lantai. Masing-masing lantal memiliki fungsi berbeda. Lantai 1, misalnya, digunakan sebagai area parkir dan meeting room.

Ivan menuturkan, pihaknya sengaja membuat area parkir yang cukup luas dan lapang. “Untuk kami, salah. satu poin desain arsitektur yang baik adalah arsitektur yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” imbuhnya. Karena itu, lantai 1 difungsikan sebagai area parkir yang cukup menampung sekitar enam mobil. “Sedangkan meeting room kadang juga digunakan untuk acara pertemuan warga (sebelum pandemi),” tambahnya.

Untuk tempat bekerja atau kantor, DSN Intervention memilih lantai 2. Ruang kerja pun dibuat topen space. Ada dua meja besar yang setiap hari dipakai Ivan dan timnya bekerja. Tak ada sekat. “Supaya semua bisa bekerja tanpa merasa sungkan antara staf dengan staf lain atau staf dengan direksi,” jelasnya. Antara karyawan satu dan karyawan lainnya tidak terpisahkan karena mereka bertugas sebagai tim.

Lantai 3 dijadikan showroom untuk Kayou Indonesia sebagai partner furniture line mereka. “Ada pula pantry nyaman yang bisa dipakai kapan saja, ungkap Ivan. Di lantai 3 itu pula terdapat outdoor deck. Fungsinya, ketika ada ac pintu geser yang memisahkan outdoor deck dan showroom dibuka. Ruangan itu langsung jadi lebih l lega.

Dari seluruh bagian di DSN Intervention Headquarter, yang paling istimewa adalah skenario perjalanan dari luar sampai lantai 3. “Karena kami mengkurasi persepsi orang dari sebelum mereka masuk ke dalam kantor sampal naik ke lantai 3, jelasnya.

Ada permainan ketinggian celling, permainan persepsi volume ruangan dengan menggunakan kanopi kaca, permainan visual dengan danpalon, dan persepsi panjang ruangan dengan menggunakan desain pintu geser yang tepat.

Dalam membangun DSN Intervention Headquarter, Ivan dan timnya mengusung ide kantor fungsional vernakular. “Ide desain fasad diambil dari tipologi bangunan sekitarnya,” kata dia. Untuk interiomya, DSN mengusung ide open space.

Khusus fasad, DSN sengaja memilih danpalon, bahan polikarbonat yang kukuh, sebagai material utama. “Karena lantai 2 adalah area kantor. Sehingga kami ingin membatasi visual dari dalam ke luar agar kami semua fokus, tapi tetap mendapatkan cahaya matahari,” jelasnya. Menurut Ivan, itu merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam sebuah desain arsitektur.

Lantas, asep dan desain itu apakah konsep bisa dan memungkinkan untuk diaplikasikan dalam rumah tinggal?

“Jawabannya adalah sangat memungkinkan. Saat ini kami sedang merancang sebuah rumah dengan konsep ruangan yang kurang lebih mirip dengan. kantor kami,” tuturnya. (syn/c6/nor)

 

Sumber: Jawa Pos.20 Juni 2021.Hal.21