FK & FKG Universitas Ciputra Gelar Pemeriksaan-Pengobatan Gratis bagi Masyarakat Gresik
23 Februari 2025
jatim.jpnn.com, GRESIK – Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Ciputra mengadakan kegiatan Batsal (Pengobatan Massal) di Balai Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Minggu (23/2).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dosen FK UC dr. Denys Putra Alim, Sp.F.M., bersama Dosen FKG UC drg. Eveline Yulia Darmadi, Sp.KG., itu bertujuan memberikan layanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat, khususnya dalam rangka menyambut bulan Ramadan.
Selain itu, mendukung program pemerintah terkait pemeriksaan kesehatan gratis serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
Dengan melibatkan para dokter dari FK dan FKG, alumni FK, serta mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi, acara itu menjadi wujud nyata kepedulian civitas akademika Universitas Ciputra terhadap kesehatan masyarakat.
Adapun kegiatan Batsal tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan gigi bagi masyarakat, pengobatan massal yang mencakup layanan konsultasi medis dan pemberian obat-obatan.
Kemudian penyediaan obat-obatan seperti obat minum, obat tetes, dan obat oles untuk penyakit ringan.
“Kalau ditemukan kasus yang memerlukan perawatan lebih lanjut, pasien akan diberikan rujukan ke rumah sakit. Untuk tindakan minor seperti operasi kecil, akan dilakukan langsung di lokasi,” ujar dr Denys.
Kegiatan Batsal itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.
“Selain itu, bagi mahasiswa FK dan FKG yang terlibat, kegiatan ini menjadi ajang Early Clinical Exposure yang memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan pasien di bawah bimbingan alumni dan supervisi dosen,” kata dia.
Sebagai bagian dari agenda tahunan FK dan FKG Universitas Ciputra, kegiatan ini ditargetkan dapat melayani 80 warga Desa Randegansari, Gresik.
Persiapan acara itu telah dilakukan selama tiga bulan dengan serangkaian langkah, seperti survei lapangan, koordinasi dengan pihak terkait, pemetaan lokasi, serta identifikasi penyakit endemis untuk memastikan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan.
Warga Randegansari, Wasiah (51) mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan Batsal tersebut. Dia mendapatkan banyak panduan dalam mengobati penyakit yang dideritanya. “Saya senang bisa periksa dan dapat obat gratis. Saya sakit diabetes, tadi dapat obat dan arahan untuk saya lakukan saat berpuasa nanti. Saya juga periksa mata,” ungkapnya. (mcr12/jpnn)

