
Oscar untuk Sang Anomali
Hollywood yang gemerlap tak pernah berhasil menundukkan Frances McDormand (60). Dia adalah anomali. Keteguhannya pada dunia akting tanpa mau terseret gemerlap Hollywood justru telah menaklukkan Hollywood. Perannya sebagai Mildred Hayes, seorang ibu yang anaknya menjadi korban pembunuhan dalam film “Three Billboards Outside Ebbing. Missouri”, menyabet Oscar untuk kategori Aktris Terbaik.
Dwi As Setianingsih
Ini adalah Oscar kedua untuk McDormand. Lebih dari dua dekade lalu, McDormand menyabet Oscar pertamanya melalui perannya sebagai Marge Gunderson, seorang polisi perempuan yang bekerja keras menyelesaikan kasus penculikan di film Fargo.
Di film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri yang mengantarnya menyabet Oscar keduanya, McDormand berperan sebagai ibu yung kehilangan anaknya. Di sini, McDormand bersaing ketat dengan Sally Hawkins (The Shape af Water), Margot Robbie (I, Tonya), Saoirse Ronan (Lady Bird), dan Meryl Streep (The Post).
Saat berdiri menerima piala pada Minggu (4/3) waktu Amerika Serikat atau Senin (5/3) pagi di Indonesia, McDormand justru tak bicara soal film yang mengantarnya meraih Oscar itu. Dia justru memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan isu penting yang tengah hangat di Hollywood, yaitu soal keragaman. “Aku bernapas sangat cepat sekarang. Kalau aku jatuh, tolong angkat aku karena aku punya sesuatu yang harus aku katakan,” katanya.
Dia lantas meminta semua aktris yang masuk daftar nominasi Oscar malam itu berdiri bersamanya di Dolby Theatre, Los Angeles, California, AS, yang menjadi tempat penyelenggaraan Oscar. “Meryl (Streep) kalau kamu melakukannya, semua akan melakukannya juga,” katanya meminta Meryl Streep yang duduk di baris paling depan untuk berdiri.
Setelah semua perempuan berdiri dan bertepuk tungan, dia melanjutkan kalimatnya. “Oke, lihat sekeliling kita. Kita semua punya cerita yang harus diceritakan dan proyek yang butuh didanai. Tolong jangan bicara kepada kami tentang itu di pesta malam ini. Undang kami ke kantor Anda atau Anda yang datang kepada kami dan kami akan mengatakan semuanya. Aku punya dua kata untuk Anda semua malam ini: inclusion rider,” kata McDormand.
Inclusion rider adalah klausul di dalum kontrak yang menegaskan tentang keragaman di depan dan di belakang layar. McDormand mengakui, dia pun baru tahu tentang hal itu pekan lalu.
“Kamu bisa meminta setidaknya 50 persen keragaman. Tak hanya aktris-aktris yang tampil di kamera, tapi juga kru. Fakta bahwa aku baru mengetahui tentang hal itu setelah 35 tahun di bisnis film tak akan membuat kami mundur,” ujarnya. Panggung Oscar yang gemerlap malam itu jelas tak mampu membuatnya terlena menikmati euforia kemenangan.
Bukan bintang film
McDormand lahir dengan nama Cynthia Ann Smith di Illinois, Amerika Serikat. Pada usia 1,5 tahun, McDormand diadopsi pasangan Noreen (Nickelson) dan Vernon McDormand yang lantas menganti namanya menjadi Frances Louise McDormand.
Dia belajar akting di Yale School of Drama dan memulai kariernya di dunia teater. Debutnya di dunia film dimula pada 1984 melalui film Blood Simple garapan Coen brother. Di tahun yang sama, McDormand menikah dengan Joel Coen. Keduanya tetap bersama hingga kini, membesarkan seorang anak yang sudah beranjak dewasa.
Sepanjang kariernya di dunia film, McDormand telah tampil di 9 film garapan Coen brothers dan setidaknya dalam 41 film lain selama hampir empat decade. Peran-peran McDormand tak pernah ecek-ecek.
Meski jarang tampil sebagi perempuan cantik, umumnya peran-peran pilihan McDormand selalu menonjol dan kerap meninggalkan jejak kuat di benak penonton, seperti peran seorang istri yang kerap dihajar secara brutal di film Mississippi Burning, juga istri veteran Perang Korea yang ingin bunuh diri di film Chattahoochee.
Toh, McDormand tak pernah menganggap dirinya seorang bintang. Dia nyaris tak pernah menghadiri konferensi pers. Selama hampir 20 tahun sejak dia meraih Oscar untuk perannya di film Fargo, dia setalu berusaha menolak wawancara.
“Aku tak pernah merasa harus terlihat dengan pers atau publikasi sebagai aktris karena aku selalu memosisikan diriku dalam batasan profesiku belaka. Saat ada seseorang yang mendekatiku dan berkata, bolehkah aku minta tanda tangan, aku akan menjawab, tidak. Aku sudah pensiun dari sisi bisnis yang itu. Aku hanya berakting saja sekarang,” katanya
Tak heran, di panggung sekelas Oscar pun McDormand berani tampil beda. Dia tampil tanpa rinsan dan menolak untuk ikut-ikutan berpenampilan glamor di karpet merah.
Tak hanya di panggung Oscar, di panggung-panggung penghargaan lainnya pun McDormand selalu berani menunjukkan sikapnya. Dia, misalnya, menggunakan sandal tidur berwarna merah jambu di ajang Film Independent Spirit Awards. Dia juga tidak memakai pakaian hitam di ajang BAFTA untuk mendukung gerakan Time’s Up. Sikapnya itu kerap mengundang reaksi keras. Namun, McDormand tak ambil pusing.
Tak main-main
Meski begitu, untuk urusan akting, McDormand tak pernah main-main. Sebagai buktinya, McDormand adalah salah satu dari sedikit aktris yang masuk kategori Triple Crown of Acting, yaitu aktris yang mendapat penghargaan tak hanya di layar lebar, tetapi juga di layar kaca dan teater.
Dunia teater menjadi penyeimbang bagi McDormand karena di teater dia bisa memilih peran apa saja. Ini berbeda dengan Hollywood yang seolah kerap mendiskualifikasi dirinya. “Seperti aku terlalu tua, terlalu muda, terlalu gemuk, terlalu kurus, terlalu tinggi, terlalu pendek, terlalu pirang, terlalu gelap. Jadi, aku harus benar-benar bagus untuk peran-peran yang lain,” katanya.
Di layar lebar, McDormand termasuk salah satu aktris favorit Academy Awards. Sepanjang kariernya, dia telah dinominasikan lima kali. Sebelum dinominasikan sebagai Aktris Terbaik untuk perannya di Three Biliboards Outside Ebbing, Missouri, McDormand dinominasikan untuk perannya sebagai perempuan keluarga penambang yang sakit keras di film North Country (2005).
Nominasi pertamanya adalah kategori Aktris Pendukung Terbaik di film Mississippi Burning (1988). Dua tahun kemudian, dia kembali dinominasikan untuk kategori yang sama dalam film Almost Famous (2000).
Meski peran sebagai Mildred di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri akhirnya mengantarnya meraih Oscar untuk kedua kalinya, McDormand sebenarnya hampir tak mau mengambil peran Itu. “Saat aku membaca skenarionya untuk pertama kali, aku menyukainya, Menurutku, Mildred sangat luar biasa dan aku sangat tersanjung. Tapi, aku lalu menolak. Tidak, maafkan, aku terlalu tua,” katanya.
Sang suami yang akhirnya memantapkannya untuk mengambil peran itu “Aku banyak berbicara dengan orang-orang yang kehilangan anak-anak mereka. Ada beberapa hal yang aku tahu. Apabila kamu kehilangan suami atau istri, kamu akan jadi duda atau janda. Dan, jika kamu kehilangan orangtua, kamu akan jadi yatim piatu. Tapi, jika seorang anak ‘pergi’, tak pernah ada kata-kata yang pantas untuk menggambarkannya,” kata McDormand.
(CNBC/THENEWYORKTIMES/AFP).
Frances McDormand
Lahir: Chicago, Illnois, Arnorika Serikat, 23 Juni 1957
Suami: Joel Coen (Sutradara)
Pendidikan: Master of Fine Arts, Yale School of Drama (1982)
Film (antara lain):
– Mississippi Burning (1988), Short Cuts (1993), Almost Famous (2000), Burn After Reading (2009), Olive Kitteridge (2015)
Penghargaan (antara lain):
– Aktris terbaik Oscar 2018 (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri)
– Aktris terbaik Oscar 1997 (Fargo)
– Akrtris terbaik BAFTA Awards 2018 (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri)
– Aktris terbaik Motion Pictures Drama Golden Globe Awards 2018 (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri)
Sumber: Kompas, 8 Maret 2018
