Lakukan Aktivitas Sesuai Kemampuan
Surabaya – Terdiagnosis sebagai pasien gagal jantung tidak berarti harus mandek dari aktivitas. Pasien gagal jantung tetap bisa menjaga kualitas hidup, asalkan mematuhi berbagai aturan yang disarankan dokter. Pasien dapat menjalani perawatan sendiri di rumah.
Prof Rochmad Romdoni SpPD SpJP menuturkan, pasien yang menderita gagal jantung tetap bisa beraktivitas sehari-hari. Mereka tidak harus meninggalkan pekerjaan. “Lakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan,” jelas spesialis jantung dan pembuluh darah tersebut.
Dengan catatan, pasien rutin mengonsumsi obat. Kuncinya, kata Romdoni, pasien tidak boleh telat sehari pun untuk minum obat. Konsumsi obat sesuai dengan panduan atau jadwal dari dokter. Di samping itu, lakukan aktivitas secara rutin. Sebelum merasa kecapaian, pasien harus beristirahat. Alarm rasa capek tersebut bisa dirasakan sendiri oleh pasien. Jangan sampai diabaikan. Sebab, bila pasien merasa capek, jantung akan terbebani.
Selain mengatur aktivitas fisik, pasien tidak boleh terlalu banyak minum. Jumlah cairan yang banyak akan membebani kinerja jantung. Karena itu, konsumsi minuman harus seimbang dengan berat badan.
Idealnya, orang normal bisa mengonsumsi air hingga 2 liter sehari. Namun, pada pasien gagal jantung, konsumsi air minum dibatasi 1,5 liter sehari. Pasien juga sebaliknya tidak mengangkat barang berat.
Prinsipnya, pasien gagal jantung sebenarnya dapat hidup normal. Selain bekerja, pasien bisa beraktivitas seksual secara normal. Hal itu sudah terbukti kepada beberapa pasien yang ditangani Rochmad. Mereka berasal dari berbagai latar pekerjaan. Bahkan, salah seorangnya adalah kepala dinas yang notabene memiliki tanggung jawab berat. “Namun, dengan kontrol rutin dan menjaga kesehatan, pasien saya tetap bisa bekerja dengan baik. Sudah lima tahun ini dia menderita gagal jantung dan tidak apa-apa,” ungkap direktur RSI Jemur Sari tersebut.
Tidak hanya menjaga aktivitas fisik, pasien sebenarnya juga bisa merawat diri sendiri di rumah. Sebisa mungkin pasien menghindari stres tinggi. Meski pekerjaan berat, atasi stres tinggi secara baik. Selain itu, konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan vitamin yang cukup.
Kurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, terlalu manis, dan terlalu asin. Lebih baik lagi jika pasien berkonsultasi soal makanan dengan ahli gizi. Jangan lupa mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah secara rutin. Juga, jaga berat badan sampai ideal. “Jangan lupa mengonsumsi obat-obatan di rumah sesuai dengan anjuran dokter,” ujarnya. (kita/c14/dos)
Sumber: Jawa Pos/6 Februari 2014/Hal 38

