KEBERADAAN Gereja Kristus Tuhan (GKT) yang berada di Jalan Samudera Surabaya, sudah sejak zaman dahulu. Kemudian Gereja Kristus Tuhan didadaftakan ke pemerintah Hindia Belanda dengan nama Stichting Chineesche Christelijke Kerk Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee (Yayasan Gereja Kristen Tionghoa) di thaun 1931.

Petugas keamanan Gereja Kristus Tuhan, Ferdyan Yuda Saputra mengatakan, keberadaan gereja ini sudah lama. Karena gereja ini dibangun pertama kali di Surabaya. “Saya yang bertanya dari jemaat yang sudah tua tentang keberadaan gereja ini, nah berarti gereja ini sudah ada sejak dulu,” kata Ferdyan.

Sementara itu, Pustakawan Universitas Ciputra, Chrisyandi Tri Kartika, mengatakan Gereja Kristus Tuhan, sudah ada sejak tahun 1931 dengan nama yayasan Gereja Kristen Tionghoa yang sebelumnya dipegang oleh Ev. Dhiong Hong Sik. Selanjutnya di tahun 1932, Gereformeerde Kerken in Hersteld Verband di Belanda mengutus Pdt. Ds. H.A.C. Hildering untuk melayani masyarakat Tionghoa di Jawa Timur dan Surabaya.

“Sehingga pada tanggal 22 Februari 1934 Gereja Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) seluruh Jawa Timur bergabung,” kata Chrisyandi.

Yang menarik dari gereja ini adalah saat peribadatan menggunakan bahasa Tionghoa dan Jawa. Menurut Chrisyandi, pada tahun 1967 terjadi perubahan politik dan terdapat larangan menggunakan bahasa dan akasara Tiongkok. Nah berimbas pada THKTKH klasis Jawa Timur berubah nama menjadi Gereja Kristus Tuhan. “Untuk itu Gereja THKTKH menjadi gereja Kristus Tuhan di tahun 1867,” ucapnya.