Fasad Melayang, Kolam Renang Maksimalkan Area Kantilever
7 Januari 2024. Hal. 13
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiasati bangunan dengan fasad box agar tidak terkesan bulky atau padat. Salah satunya, membuat banyak ruang terbuka yang menghadap depan. Itulah yang diterapkan arsitek Mahadiyanto dalam Giea House.
FASAD boxy itu dibuat semiterbuka, tidak masif. Terdapat banyak jendela kaca. Untuk menjaga privasi, dibuatlah secondary skin berupa screen yang terbuat dari kayu bengkirai. Screen itu turut menyaring sinar matahari dan udara yang masuk ke bangunan rumah.
Screen tidak diterapkan pada seluruh bagian fasad, melainkan memanjang vertikal pada sisi depan dan samping. Dengan demikian, screen turut menambah nilai estetika fasad dan membuatnya tidak tampak membosankan.
“Klien memang suka kayu, jadi kita pakai banyak permainan kayu,” terang arsitek Alelier Bertiga Mahadiyanto. Sementara itu, privasi tetap terjaga lantaran jenis kaca yang digunakan tidak tampak dari luar.
Giea House terdiri atas tiga lantai. Lantai paling dasar difungsikan sebagai area servis seperti garasi, gudang, dan ruang cuci. Sementara itu, lantai 2 merupakan area komunal bagi pemilik rumah. Di sana terdapat ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan yang terhubung dengan area outdoor, dan kolam renang. Lantai 3 difokuskan sebagai area privat tempat kamar utama dan kamar anak berada.
Menariknya, fasad boxy itu konsep “melayang.” Dibuat demikian untuk menghindari kesan masif pada keseluruhan bangunan. Juga, memperlancar sirkulasi udara dan pencahayaan di tama outdoor yang terletak di lantai 2.
Space kosong atau ruang antara yang terletak di depan rumah makan membuat lantai 3 seolah terdiri dari dua massa yang berbeda. Lagi-lagi, tujuannya adalah menciptakan kesan lega pada bangunan.
Salah satu bagian paling menarik, sisi bawah bangunan kotak yang “melayang” diisi dengan kolam renang untuk mengoptimalkan space. Kolam renang juga berungsi mempertegas batas lantai 1 dan lantai 3. Berkat kantilever itu, kolam renang menjadi semi-outdoor. “Untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan, layout dibuat seefesien mungkin,” tandasnya.
Area kolam renang dan taman tampak dari depan berkat dinding bata roster terakota. Material itu turut memperlancar sirkulasi udara. Apalagi, area taman terbilang kecil. Taman menjadi penyegar sekaligus orientasi pandang dari kamar-kamar yang ada di lantai 3. (adn/c18/nor)
sumber: Jawa Pos

