
JAKARTA – google Inc. tetap berharap dapat melebarkan bisnisnya ke China meskipun hingga kini banyak layanan raksasa mesin pencari itu yang ditutup oleh Pemerintah Negeri Panda.
Chief Executive Officer Google Sundar Pichai berhapa China dapat memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi kecerdasa buatan (attificial intellingence/AI).
“China telah memainkan peran besar bagaimana AI dapat membentuk masa depan. Ketika kita membangun bersama, kita bisa mendapatkan ide lebih baik dengan cepat,” kata Pichai dalam forum tahunan China Development Forum di Beijing, seperti dikutip Bloomberg, senin (26/3).
Adapun, Google telah memberikan investasi untuk usaha rintisan China, membangun aliansi paten dengan Tencent Holdings Ltd., dan menanamkan perangkat TensorFlow AI ke Negeri Panda, meskipun layanan utamanya seperti pencari dan surat elektronik masih diblokir oleh pemerintah China.
Adapun perusahaan The Mountain View yang berbasis di California tersebut baru – baru ini telah membuka laboratorium di Beijing dengan fokus riset AI. “Kami telah mendapatkan tim kecil yang akan melakukan riset di sana dan tidak sabar untuk mengembangkannya,” sambung Pichai.
Untuk menggambarkan kemampuan pertumbuhan teknologi di China, Pichai mengapresiasi layanan podcast Cast Box milik Negeri Panda sebagai salah satu contoh dari aplikasi lokal yang mendapatkan popularitas internasional.
Adapun yang mau menjadi batu sandungan langkah Google di Negeri Panda bermula ketika mereka menolak untuk menyesor mesin pencariannya menggunakan sistem sensor internet China pada 2010. Sejak itu, layanan mensin pencari Google diblokir oleh pemerintah China hingga sekarang.
Sumber: Bisnis-Indonesia.27-Maret-2018.Hal_.9
