Gurihnya Soto Lamongan di Teras Tangerang.Tabloid Kontan.12 Juni-18 Juni 2017. Hal 40 001-page-001

Mencicipi soto ayam khas lamongan ala Cak Gondrongdi Bintaro, Tangerang.

Marantina Napitu

Soto merupakan salah satu kuliner nusantara yang mempunyai banyak varian. Masing – masing daerah memliki soto yang punya cita rasa unik. Ada soto yang berkuah santan, ada pula yang berkuah bening.

Salah satu sajian soto yang populer di tanah air adalah Soto Lamongan. Ada banyak warung Soto Lamongan. Ada banyak warung Soto lamongan yang bisa menjadi pilihan di kawasan Jabodetabek. Salah satunya adalah Soto Ayam Lamongan Cak Gondrong yang terletak di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Kedai ini saban hari selalu sesak oleh pengunjung. Sejak pagi hingga malam hari, deretan mobil dan sepeda motor tak pernah absen terparkir di depan kedai.

Kendati hanya menempati teras dari sebuah kantor notaris, kedai soto Cak Gondrong tak sulit ditemukan. Anda tinggal masuk dari jalan utama Bintaro. Depot soto ayama khas Lamongan ini terletak di pinggir Jalan Bintaro Utama sektor 5. Posisinya tak jauh dari kampus STAN atau yang sekarang dikenal dengan nama Politeknik Keuangan Negara STAN.

Perlu dicatat, kedai ini dibuka dalam dua sesi. Sesi pertama sejak jam 6 pagi sampai jam tiga sore. Sesi kedua mulai jam 4 sore sampai jam 11 malam. Nah, pengunjung biasanya sudah siap mengantre, bahkan sebelum kedai dibuka.

Ketika pembeli datang, Syukur alias Cak Gondrong, sang pemilik kedai, langsungh menanyakan mau dibungkus atau makan di tempat. Pertanyaan selanjutnya ialah nasi dicampur atau dipisah dengan soto.

Awalmya, Syukur tidak menyajikan soto ayam dalam nasi yang terpisah. Maklum, di tempat asalnya, soto dinikmati langsung dengan nasi yang tercampur kua. Namun lantaran banyak yang memesan nasi terpisah dengan soto, Syukur harus menyakan dulu selera si pembeli sebelum meladeni.

Luas kedai dengan daya tampung 25 orang itu memang cukup terbatas. Makanya Syukur memasak semua terlebih dahulu di rumahnya yang tak jauh dari lokasi kedai. Saat kedai mau dibuka, baru ia memindahkan semua masakan yang sudah jadi di gerobak kayu yang diletakan di dalam kedai.

Ada dua meja panjang dengan masing – masing delapan kursi plastik untuk tamu yang datang ke kedai Cak Gondrong. Sebagai tambahan, Syukur juga menyediakan dua meja pendek untuk pengunjung.

Sejumlah artis dan pejabat kerap menyambangi kedai Cak Gondrong. Misalnya saja anggoita band Debu atau petinggi KPK. Justru saya tahu kalau itu orang terkenal karena pembeli lain yang bilang ke saya” kata Syukur.

Menu yang disediakan Syukur hanyalah  soto ayam dan soto ceker. Tapi, pengunjung bisa memilih sajian pelengkap, seperti ati ampela dan urtitan alias bakal telur ayam yang tidak berkembang.

Dengan sigap, ia akan menyiapkan soto sesuai pesanan pembeli. Biasanya, Syukur akan menyajikan soto untuk empat mangkok sekaligus. Dus, pembeli harus menunggu lima sampai sepuluh menit sampai soto ayam tersaji di hadapannya.

 

Lima belas ekor

Begitu tiba diatas meja, soto langsung meruapkan aroma gurih yang berterbangan hingga indera penciuman.  Suwiran daging ayam, telur, dan bihun tampak mendominasi seporsi soto ayam. Tampak pula potongan kol, daun bawang, dan bawang gorengberenang dalam kuah yang bening. Tentu saja ada topping koya yang menjadi ciri khas Soto Lamongan.

Tampilan soto ayam buatan Cak Gondrong ini seperti soto ayam pada umumnya. Seporsi soto disajikan dalam mangkok keramik berukuran kecil. Jika memesan soto dengan nasi terpisah, nasi diasjikan di atas piring keramik, yang juga memiliki ukuran kecil.

Sebelum memulai makan, Anda bisa menambahkan jeruk nipis dan kecap ke kuah soto. Kalau ingin ada rasa kuah yang nonjok di lidah , Anda juga bisa tambahkan racikan sambal merah yang tersedia di meja.

Daripada soto keburu dingin, langsung saja menyeruput kuah beningnya. Meskipun tidak menggunakan santan, soto satu ini tetap terasa gurih karena kaya akan rempah – rempah. Gurihnya soto ayam berasal dari kaldu ayam.

Potongan daging ayam yang diiris tipis dan melebar terasa empuk. Bumbu begitu meresap ke dalam daging. “Setelah direbus sekitar sejam, daging ayam digoreng lagi supaya benar – benar matang,” kata Syukur.

Menu lain adalah soto ceker ayam. Isi soto ceker ayam sama dengan soto ayam. Yang membedakan, soto ceker tidak disajikan dengan potongan daging ayam, melainkan ceker. Sama seperti daging ayam, setelah dipotong – potong ceker direbus sampai benar-benar empuk kemudian digoreng agar rasanya gurih. Kalau ingin sensasi makan lebih seru, anda juga bisa pesan sate uritan yang rasanya lebih nikmat. Saban hari, untuk menyajikan 200 porsi soto. Syukur membeli  sekitar 15 ekor ayam dari pemasok di daerah Kebayoran. “Kami memilih ayam yang tidak berlendir dan tidak berbau amis,” ungkapnya.

Syukur bilang, ia menyajikan soto dengan resep keluarga dengan bumbu yang terdiri dari  bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit. “ada bumbu tambahan, tapi itu rahasia keluarga, “ ujar pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 38 tahun yang lalu itu.

Semakin penasaran dengan menyeruput kuah bening Soto Lamongan? Harganya tidak mahal kok. Seporsi soto ayam atau soto ceker dengan nasi bisa direbus dengan uang Rp 19.000. Mau pesan dengan nasi terpisah atau campur, harganya sama saja. Adapun sate uritan ditawarkan dengan harga Rp 5.000 dan ati ampela Rp 7.000 per tusuk.

Bertahan Jualan di Teras

Syukur harus berterima kasih pada sang kakak, Zaini, yang mengajakanya berbisnis soto ayam di kawasan Bintaro. Dari delapan saudaranya, sang kakak itulah yang pertama memulai bisnis soto ayam lamongan di tahun 1990-an. Awalnya, Syukur diajak untuk membantu di kedai soto milik sang kakak. Setelah merasa mumpuni, Syukur membuka sendiri warung miliknya di Sektor 5 Bintaro pada tahun 2002. Dia membuka waung pertamanya di teras.

Selama bertahun – tahun, Syukur yang lebih dikenal  dengan nama Cak Gondrong memilih teras untuk tempat berjualan. Tadinya, ia sempat menggunakan teras rumah yang sudah lama tak ditinggali. Namun tahun lalu, ia tidak diperbolehkan lagi berjualan di tempat itu  oleh sang pemilik rumah. Kemudian, ada pelanggan yang menawarinya berjualan di teras rumah yang berfungsi sebagai kantor notaris di jalan Bintaro Utama 5.

Kedai Soto Ayam Lamongan Cak Gondrong milik Syukur yang sudah populer itu semakin laris lagi setelah muncul di menu pencarian layanan pesan antar online Go-Food. Bahkan, warungnya kerap tutup lebih awal karena kehabisan stok. “ Sering jam 7 malam, warung harus tutup karena soto sudah habis dipesan melalui Go-Food.

Syukur pun sempat dihubungi pihak Go-Food untuk kerjasama. Tapi, dia belum bisa menyanggupinya tawaran itu karena keterbatasan tenaga. Saat ini, dia hanya punya satu karyawan. “Mungkin habis Lebaran saya akan bermitra dengan Go-food,” tambah dia.

 

Tabloid Kontan 12-18 Juni 2017 hal. 40