Hadapi Tantangan Masa Kini, Mahasiswa Perlu Dibekali Pendidikan Unggul
22 September 2025
Sonora.ID – Universitas Ciputra Jakarta (UCJ) merayakan tonggak penting dalam pembangunan kampus barunya melalui acara “Road to Topping Off“.
Momen ini bukan hanya perayaan konstruksi fisik, tetapi juga simbol komitmen UCJ untuk menghadirkan pendidikan unggul yang berani menjawab tantangan masa kini, khususnya yang dihadapi oleh perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia.
Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M., Director, Board of Executive, Yayasan Ciputra Pendidikan, mengakui bahwa saat ini banyak PTS menghadapi kondisi sulit, di mana banyak dari mereka mengalami penurunan jumlah mahasiswa.
“Semua mengeluh. Tinggal tahun ini turunnya berapa persen dari tahun lalu,” ujarnya.
Menanggapi situasi ini, Prof. Denny menekankan bahwa kunci keberlanjutan sebuah institusi seperti Universitas Ciputra (UC) terletak pada kualitas dan pelayanan.
“Tanpa dua hal ini, tanpa kualitas yang bagus dan layanan yang prima, menurut saya tidak hanya UC tapi semua perguruan tinggi lagi bermasalah disitu,” tambahnya.
Dalam acara ini, Prof. Denny juga meminta dukungan dari rekan-rekan media untuk menyuarakan kondisi ini. Menurutnya, UC lebih memilih untuk menjalin hubungan baik dengan media dan berharap dapat menyampaikan pesan ini bersama-sama, menunjukkan keberanian untuk menghadapi tantangan. Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, UCJ hadir dengan konsep unik. Kampus ini berdiri di atas lahan seluas 10.000 m² dan dirancang untuk menampung hingga 10.000 mahasiswa.
Pada fase pertama, yang dijadwalkan selesai Mei 2026, kampus akan dilengkapi dengan fasilitas canggih, termasuk Smart Classroom berbasis AI dan Business Simulation Room dengan Markstrat, sebuah sistem yang digunakan oleh universitas ternama dunia. Eddy Yusuf, Ph.D., Academic Director UC Jakarta, menjelaskan bahwa UCJ menjadi pionir dalam mengintegrasikan AI di setiap mata kuliah. Integrasi ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan.
“Kami ingin memastikan mahasiswa UC Jakarta tidak hanya siap mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi trendsetter. Dengan generative AI, mereka mampu menyelesaikan pekerjaan puluhan kali lipat lebih cepat,” kata Eddy.
Selain itu, UCJ juga menerapkan konsep Real Business Experience (RBE). Setiap tugas akhir mata kuliah berbentuk proyek nyata bersama perusahaan mitra.
Winarto Poernomo, S.E., M.M., Campus Director UC Jakarta, menegaskan bahwa metode ini membentuk lulusan yang tangguh, percaya diri, dan memiliki portofolio nyata yang diakui industri bahkan sebelum mereka lulus, sesuai dengan tiga jalur sukses yang diajarkan di UC: Perintis, Pewaris, dan Profesional.
Untuk menarik calon mahasiswa berprestasi, UCJ menawarkan berbagai jalur beasiswa.
Ada beasiswa prestasi hingga 100% berdasarkan nilai rapor dan tes, beasiswa untuk atlet seperti beasiswa basket—mengingat tim putri UC Surabaya pernah menjadi juara satu Liga Nasional—serta beasiswa parsial untuk uang pangkal atau biaya semester.
Hal ini menunjukkan komitmen UCJ untuk melayani dan memberikan kesempatan bagi semua kalangan.
Terakhir, Prof. Denny juga memaparkan bahwa UC memiliki hubungan internasional yang kuat dengan institusi di Cina, Australia, dan Inggris. Kerjasama ini memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti program student mobility, student exchange, dan double degree, membuktikan komitmen UCJ dalam memberikan pengalaman belajar yang global dan berkualitas. “Tahun lalu, hubungan internasional kami ini malah mendapatkan predikat terbaik di Indonesia,” pungkasnya.

