Hadirkan Kesan Alami di Rumah.Kompas.11 Juni 2014.Hal.10

Menjelang sore, sebuah perbincangan antar anak muda berlangsung di dalah satu mal di Jakarta. Setelah berjalan – jalan di dalam mal, mereka ingin bersantai dan duduk sejenak di kafe. Obrolan singkat lekas membawa pada keputusan, mereka akan minum di kafe dengan dengan gaya alfresco. “Lebih santai daripada di dalam ruangan,” begitu alasan mereka. Konsep perpaduan indoor oudoor yang biasa disebut alfresco ini memang bukan hal baru. Semenjak abada ke 18, gaya bersantap tanpa atap ini menjamur du kota – kota Amerika. Sampai Sekarang, gaya yang mengaburkan batas ruang dalam dan luar ini masih tetap diminati. Kedekatan dengan alam terbuka menciptakan suasana yang lebih santai dan kasual. Obrolan pun mengalir lancar nan akrab. Dewasa ini, bukan hanya restoran dan kafe yang mengimplementasikan konsep perpaduan indoor dan outdoor. Rumah – rumah pun mengadaptasi gaya ini. Batas antara eksterior dan interior semakin kabur. Beberapa area di dalam rumah memiliki void, ruang tempat cahaya matahari, angin, bahkan hujan bisa bebas menerobos masuk. Batas antara bagian dalam dan luar ruangan dicairkan, misalnya dengan pintu geser besar yang sesekali dibiarkan terbuka lebar, tak hanya lewat area yang lebih terbuka, keinginan untuk meraasa lebih dekat dengan alam juga dibangun melalui material – material yang terkesan alami. Kayu yang tidak dipermis, batu bata yang dilapis semen, batu alam, tembok kasar yang tidak dicat, dan sebagainya, apa yang disebut gaya rustic ini justri semakin populer dalam bangunan kontemporer.

Keramik “Rustic”

Pada zaman modern ini, penggunaan keramik semakin berkembang. Lewat kreativitas desain, tile mampu memberikan nilai estetika yang memperkuat karakter ruangan. Inovasi dari sisi warna dan ukuran pun membuat pilihan keramik semakin beragam. Seperti material alami yang lain, keramik pun dapat memperkuat kesan kedekatan dengan alam di dalam rumah. E Granito, misalnya, selain memiliki permukaan matt yang halus,menghadirkan pula permukaan yang kasar (rustic) seperti batu 5 alam. Ubin dengan permukaan kasar biasnya digunakan di area yang dekat dengan bagian luar rumah atau yang rawan basah seperti teras, garasi, car part, kamar mandi, atau dapur. Keramik dengan tekstur seperti bebatuan atau pasir juga dapat menjadi 5 pilihan. Selain tekstur yang kasar, pilihan warna kramik natural seperti putih, krem, abu – abu, atau hitam juga dapat memperkuat kesan alami. Keramik dengan warna semacam ini juga menimbulkan suasana hati relaks dan nyaman. Agar ruangan tampak lebih unik, anda juga bisa memilih warna dan motif alam yang tidak seragam. Dengan mengadaptasi konsep alami ala al fresco di rumah, Anda bisa menikmati la dolce vita. Begitu orang Italia menyebut hidup yang manis dan menyenangkan [*INOV]

Sumber: Kompas 11 Juni 2014