Sumber : https://surabaya.pikiran-rakyat.com/metrolife/pr-39210054327/halo-uc-dok-bongkar-fakta-yang-sering-diabaikanluka-di-mulut-tak-sembuh-bisa-jadi-alarm-kanker

Halo UC Dok Bongkar Fakta yang Sering Diabaikan!Luka di Mulut Tak Sembuh? Bisa Jadi Alarm Kanker! 

5 Maret 2026

PR SURABAYA – Banyak orang menganggap luka di mulut yang tak kunjung sembuh sebagai sariawan biasa.

Padahal, di balik keluhan yang terlihat sepele itu, bisa tersembunyi ancaman serius, kanker rongga mulut yang sering terlambat terdeteksi.

Data dari Global Cancer Observatory menunjukkan kanker bibir dan rongga mulut masih menjadi salah satu kasus kanker yang ditemukan di Indonesia.

Ironisnya, sebagian besar pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

Penyebabnya klasik, gejala awal dianggap tidak berbahaya.

Berangkat dari realitas ini, Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan program konsultasi kesehatan interaktif bertajuk Halo UC Dok.

Program ini hadir sebagai ruang edukasi sekaligus akses konsultasi gratis yang disiarkan langsung melalui TikTok Official universitas tersebut.

Edukasi Kesehatan Masuk TikTok, Dokter Jawab Langsung Tanpa Biaya

Halo UC Dok tayang rutin setiap minggu dengan format live selama satu jam, pukul 15.30–16.30 WIB.

• Rabu: Konsultasi kesehatan gigi dan mulut

• Kamis: Konsultasi kesehatan umum

Masyarakat dapat bertanya langsung secara real-time kepada dokter tanpa dipungut biaya.

Format ini dinilai relevan dengan kebiasaan digital masyarakat, terutama generasi muda yang lebih aktif mencari informasi kesehatan lewat media sosial.

Pada edisi perdana konsultasi gigi, dua dokter spesialis penyakit mulut, drg. Karlina Puspasari dan drg. Nurfitri Amaliah, akan membahas tanda bahaya luka di rongga mulut yang sering luput dari perhatian.

Menurut drg. Karlina, sariawan normal umumnya sembuh dalam 7 hingga 14 hari.

Jika luka tidak membaik setelah dua minggu, apalagi disertai perubahan warna atau jaringan terasa keras, kondisi tersebut wajib diperiksakan.

Sementara itu, drg. Nurfitri menekankan bahwa kanker rongga mulut pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan rasa sakit.

Justru karena tidak nyeri, banyak orang memilih menunda pemeriksaan hingga kondisi memburuk.

“Edukasi sangat penting agar masyarakat lebih peka terhadap perubahan di tubuhnya sendiri,” tegasnya.

Bukan Sekadar Konten, Ini Upaya Dorong Budaya Deteksi Dini

Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra, Michael Hery Tera, menyatakan bahwa Halo UC Dok bukan hanya program siaran edukasi, melainkan bentuk komitmen kampus dalam memperluas literasi kesehatan masyarakat Indonesia.

Melalui platform digital yang mudah diakses, universitas ingin menjembatani tenaga medis dan publik, sekaligus mendorong budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Langkah ini menjadi penting di tengah tren masyarakat yang masih cenderung menunda pemeriksaan hingga gejala memburuk.

Padahal, dalam banyak kasus kanker, termasuk kanker rongga mulut, deteksi dini sangat menentukan peluang kesembuhan.

Dengan pendekatan interaktif, cepat, dan berbasis platform populer, Halo UC Dok berpotensi menjadi model baru edukasi kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sebab di era digital, informasi yang cepat belum tentu akurat. Kehadiran dokter secara langsung menjadi pembeda yang signifikan.

Kini, pertanyaannya sederhana, masih mau menganggap luka di mulut sebagai sariawan biasa?***