Sumber:https://jatim.jpnn.com/jatim-terkini/41110/hari-pahlawan-uc-ajak-warga-surabaya-hidup-sehat-lewat-tempe-mural

Hari Pahlawan, UC Ajak Warga Surabaya Hidup Sehat Lewat Tempe & Mural

10 November 2025

jatim.jpnn.com, SURABAYA – Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, Universitas Ciputra (UC) Surabaya menyalakan api kepedulian lewat aksi nyata untuk warga Kelurahan Penele, Jalan Plampitan, Surabaya.

Melalui kegiatan bertajuk Mural Matahari dan TempeMas (Tempe untuk Generasi Emas), UC menghadirkan kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Visual Communication Design (VCD), Fakultas Kedokteran (FK), dan Culinary Business (CB).

Kegiatan ini berangkat dari isu stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Lewat perpaduan edukasi, seni, dan kuliner, mahasiswa UC ingin menyampaikan pesan bahwa sehat tidak harus mahal.

Mahasiswa semester 1 VCD UC menciptakan mural bertema Matahari sebagai simbol kehidupan, harapan, dan semangat juang. Mural ini menampilkan identitas kampung serta ajakan untuk bersama-sama memerangi stunting.

“Kami ingin menciptakan hubungan emosional antara warga dan pesan yang disampaikan. Ketika mereka melihat mural ini, mereka teringat bahwa gizi seimbang adalah pondasi generasi emas,” ujar Dosen VCD dan penggagas kegiatan Pandu Rukmi Utomo.

Kepala Program Studi VCD UC Christian Anggrianto mengatakan mahasiswa perlu belajar langsung di masyarakat.

“Bagi kami, entrepreneurship bukan sekadar profit, tetapi dampak bagi lingkungan. Generasi muda harus belajar berempati dan berkolaborasi agar bisa jadi pahlawan masa kini,” katanya.

Dari sisi kesehatan, mahasiswa Fakultas Kedokteran UC memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita. Edukasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa stunting bukan hanya masalah fisik, tetapi juga berpengaruh pada masa depan bangsa.

Sementara itu, mahasiswa Culinary Business UC menggelar pelatihan pembuatan kudapan dan masakan berbahan tempe, dipandu oleh Chef Otje Herman Wibowo.

“Tempe bahan sederhana tapi bergizi tinggi. Dengan pengolahan sederhana, warga bisa membuat makanan enak dan sehat tanpa perlu biaya mahal,” ujarnya.

Kegiatan lintas bidang ini menunjukkan bahwa kolaborasi ilmu dan empati sosial mampu melahirkan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat.

Salah satu orang tua mahasiswa, Erwien D Ferdianto turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung memberi dampak ke masyarakat. Saya salut, apalagi yang ikut mahasiswa baru,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama satu bulan sejak Oktober dan ditutup pada 9 November 2025 dengan upacara penyerahan mural serta hasil karya mahasiswa kepada warga oleh Wakil Rektor I Universitas Ciputra Dr Astrid.

Dia berharap kegiatan ini menjadi awal dari program berkelanjutan UC untuk menginspirasi semangat kepahlawanan modern—berjuang melalui ilmu, kreativitas, dan kepedulian sosial. (mcr12/jpnn)