Dea Chadiza Syafina
Tahun ini, Juan Roig Alfonso mengumpulkan kepercayaan diri untuk ekspansi agrasif. Ambisi Juan, jaringan supermarketi Mercadona bisa bertambah 200 gerai sepanjang tahun ini. Ambisi ini empat kali lipat lebih tinggi dari realisasi penambahan gerai di sepanjang tahun 2014. Juan meyakini, dengan strategi harga murah, peoduk supermarket Mercadona bisa laris manis. Keyakinan ini bersumber dari keberhasilan Juan membawa Mercadona eluar dari Spanyol.
Wajah perekonomian Eropa masih buram. Tapi, Juan Roig Alfonso tidak mengendurkan ambisinya. Menatap masa depan, Juan berhasrat Mercadona tetap bergerak agresif. Tahun ini, Juan ingin jaringan supermarket Mercadona semakin berbiak.
Mengutip media lokal Expansion, Juan menyatakan, Mercando berpeluang menambah 200 gerai supermarket di pasar lokal. Angka ini berlipat dari realisasi pembukaan 50 gerai supermarket baru di tahun 2014 lalu. Niatan ekspansi agresif ini turut mengembangkan sayap bisnis di luar Spanyol.
Kapada ABC, Juan mengatakan, Mercadona akan membuka gerai supermarket di negara tetangga pada tahun 2013. Mercadona membidik pasar ritel Italia, Portugal, dan Prancis. Tapi, ambisi Juan membesarkan tentakel tentakel bisnis Mercadoa kandas di tengah jalan.
Pasalnya, atmosfer ekonmi Eropa masih tak bersahabat. Apalagi, krisis ekonomi Yunani mulai merembet ke Italia dan Spanyol. Kepercayaan diri Juan mengembangkan bisnis Mercadona bangkit lantaran berhasil menaklukkan krisis Eropa selama empat tahun terakhir.
Sebagai gambaran, Mercadona membukukan omzet US$ 26 miliar pada tahun 2013. Pada periode sama, Mercadona membukukan laba bersih sebesar C 515 juta. Sebagian laba bersi ini digunakan Juan untuk berinvestasi sepanjang tahun 2014.
Salah satu strategi andal Mercadona menghadapi krisis ekonomi Spanyol adalah menurunkan harga jual barang untuk mendongkrak penjualan. Itu strategi kepada konsumen. Juan juga berani memutuskan menahan deviden pemegang saham.
Agar bisa ekspansi, Juan meyakinkan pemegang saham agar rela menerima rasio deviden yang pmengempis. Padahal, Juan lah yang paling dirugikan atas penyusutan deviden. Pasalnya, Juan tercatat menggenggam 78,37% dari total saham Mercadona alias pemegang saham mayoritas.
Dari jumlah itu, sebanyak 27,7% dipegang oleh sang istri, Hortensia. Kemusian, sebanyak 9% saham Mercadona dimiliki oleh saudara kandung Juan, yakni Fernando Roig. Fernando merupakan pemilik perusahaan keramik terbesar di Spanyol bernama Pamesa. Fernado juga pemilik klub sepakbola Villareal CF.
Saham Mercadona yang dimiliki penuh oleh keluarga memudahkan Juan untuk mempertahankan bisnis di tengah terpaan krisis global. Di luar hasrat ekspansi Mercadona, Juan juga rajin memutar uang di keranjang lain.
Dua tahun lalu, Juan menginvestasikan C 2 juta di ban terbesar keempat di Spanyol, Banco Sabadell. Pada tahun 2008, ia membuat perusahaan investasi yang mengincar start up dengan masa depan kinclong. Di perusahaan investasi tersebut, Juan membenamkan dana c 2 juta.
Pria berusia 65 tahun ini juga berinvesasi di sejumlah perusahaan. Juan membenamkan investasi di tim basket profesional di Spanyol, bernama Valencia Basket Club. Ha ini dilakukn lantaran ayah empat anak ini sangat menyukai olah raga. Juan tercatat sebagai pemegang saham mayoritas Valencia Basket Club.
Harian Ekmundo menyebut, Juan memiliki kapal pesiar di Mallorca dan kebun anggur ratusan hektar dan pulau pribadi di Karibia. Total kekayaan Juan ditaksir US$ 3,7 miliar per Januari 205 versi Forbes.
Harta berlimpah ini bersumber dari kepemilikan saham supermarketi Mercadona. Di tangan Juan, Mercadona yang awalnya memiliki delapan unit gerai disulap menjadi 1.470 gerai di seluruh Spanyol. Juan memegang teguh petuah yang berbunyi, “Jangan pernah menyerah terhadap impian Anda, karena Anda merupakan aktor intelije dalam hidup Anda”.
Sumber : Kontan, 23 Januari 2015, hlmn 24

