Berperan Menarik Calon Pembeli
Surabaya – Ada beberapa hal yang membuat orang tertarik masuk ke sebuah fashion store. Salah satunya adalah window display – nya yang atraktif. Membuat tampilannya memikat, ada beberapa langkah yang harus dipahami. Tidak cukup hanya memakaikan koleksi new arrival pada manekin, tetapi harus tahu benar konsep serta image yang ingin dihadirkan. Menurut Francisca Soeprajogi, koordinator fashion business Lasalle College International, Surabaya window display memegang peran sangat vital, jika pintar dan memandupadankan busana yang dipajang dengan dekorasi di sekitarnya, tenru orang akan tertarik untuk masuk toko. “ Sebaliknya, jika serampangan saja, ya jangankan membeli, untuk masuk ke store lihat – lihat saja rasanya mungkin malas,” jelasnya. Akibat pentingnya penataan windows display, beberapa brand ternama luar negeri memliki desainer tata ruang dan lay out sendiri. Konsep yang diusung biasanya seragam. Misalnya saat Louis Vitton bekerjasama dengan seniman Jepang merilis koleksi dengan aksen polkadot. Window display seluruh store brand papan atas itu didominasi hiasan pentol – pentol. Menurut Francisca, tema dan koleksi di window display idelanya diganti sebulan sekali. Tapi, toko yang tidak terlalu sering mengeluarkan koleksi terbaru bisa mengundurnya menjadi dua atau tiga bulan sekali. “Yang penting jangan terlaliu lama. Sebab, orang bisa bosan,” tegasnya. Tema hiasana itu bisa datang dari mana saja. Paling gampang, menyesuaikan dengan musim serta kondisi yang sedang terjadi. Misalnya memajang tema Christmas sepanjang Desember atau menghias dengan ornamen khas Lebaran ketika menjelang hari raya itu tiba. Francisca lantas mencontohkan, saat musim panas kemarin, salah satu anak didiknya, Restu Kurnia, mecoba menghasilkan pola window display dengan tema kebun berbunga. Memajang satu gaun pendek kuning cerah, Restu memadukannya dengan membuat mainan kelinci dari kumpulan bunga yang diletakan tepat di samping gaun. Sebagai backgroudn, dia melukis aneka gambar bunga di atas dasar berwarna putih. “ Jadi, kesannya kan hidup banget. Tidak norak, namun nyaman dan indah dipandang,” ungkap Restu. (nji/cs/ayi)
Sumber: Jawa-Pos-7-Januari-2014.Hal_.40

