Perempuan identic dengan mood atau suasana hati yang cepat berubah. Kondisi itu sering terbawa ketika memilih outfit untuk beraktivitas sehari-hari. Kadang ingin terlihat sporty, kadang ingin tampak feminine. Tidak jarang, perempuan ingin tampil posh atau sebaliknya, messy. Mood yang sulit ditebak tersebut menginspirasi Monalisa Lambang untuk melansir koleksi bertajuk Mood Swing.
Kadang, misalnya, mau pergi ke suatu tempat bingung pakai baju apa. Dari situ kepikiran, berarti perempuan itu moody banget, ujar Monalisa. Memadukan kain khas Nusantara dan cutting baju modern, terciptalah satu set koleksi gaun malam yang cantik dan elegan.
Mood Swing terdiri atas sepuluh outfit. Ada kebaya kontemporer, minidress, dan jumpsuit. Detail-detailnya yang shiny dan bernuansa glam membuat koleksi itu cocok dikenakan pada acara resmi. Lulusan Esmod Jakarta tersebut mengadopsi potongan span. Mermaid, dan ball gown.
Monalisa menggunakan kain songket dan lace untuk koleksinya. Paduan material itu tidak hanya menghasilkan kesan mewah, tetapi juga lebih modern. Pada kebaya, dia menambahkan motif berupa akar dan bebungaan yang merambat layaknya “memeluk” tubuh. Monalisa menambahkan train atau ekor yang membikin tampilan kebayanya makin romantic.
Monalisa menggunakan warna hitam, pink, dan gold yang dikombinasikan dengan palet lain. Hitam mengacu pada mood yang sedikit gloomy. Sementara itu, pink bisa dipilih ketika suasana hati tengah ceria dan ingin tampil lebih girly.
Palet warna gold cocok buat perempuan yang ingin tampak glam dan dewasa. Karena motif busananya sendiri sudah ramai, lebih baik diminimalkan pemakaian aksesorinya, tutur Monalisa. Busana ini cocok dipadukan dengan riasan nude dengan smokie eyes. (fit/c15/na)
Sumber: Jawa Pos, Kamis 30 Juli 2015

