Sumber:https://harian.fajar.co.id/2025/11/05/icoen-2025-perdana-di-makassar-universitas-ciputra-gandeng-lima-negara-bahas-tantangan-global-kewirausahaan/#google_vignette

ICOEN 2025 Perdana di Makassar, Universitas Ciputra Gandeng Lima Negara Bahas Tantangan Global Kewirausahaan

5 November 2025

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Menghadapi ketidakpastian global yang kian dinamis, Universitas Ciputra menggelar International Conference on Entrepreneurship (ICOEN) ke-12 di Makassar.

Acara internasional ini mempertemukan akademisi lintas negara untuk merumuskan strategi wirausaha bertahan dan berkembang dalam situasi ekonomi dunia yang penuh gejolak.

Dengan tema “Thriving in Turbulence: How Entrepreneurs Navigate Disruptive Global Challenges”, acara ini mendorong kalangan akademisi, mahasiswa, dan pelaku usaha untuk mampu merespon situasi global yang dinamis dalam ekonomi, politik, hingga teknologi.

Campus Director, Universitas Ciputra Makassar, Dr. Ir. Tony Antonio, M. Eng. berharap konferensi ini menjadi bekal bagi peserta menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

“Kami berharap konferensi ini memberikan dampak luas bagi dunia pendidikan dan mampu melahirkan wirausahawan muda yang tangguh, adaptif, dan berwawasan global,” ujarnya, Rabu, 5 November.

Konferensi ini berkolaborasi dengan empat perguruan tinggi mitra internasional, yakni Polytechnic University of the Philippines, Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (Malaysia), Universitas Kristen Indonesia, dan Universitas Palangka Raya.

Dekan School of Business and Management UC, Damelina Basauli Tambunan, S.E., M.M., Ph.D., CLC., CPM (Asia), menjelaskan, bahwa ICOEN merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menyebarluaskan pengetahuan terbaru dunia bisnis.

“Ketidakpastian bukan chaos. Dengan pengetahuan, kita bisa memprediksi, mengatur, dan merespons situasi. Semoga kehadiran UC di Makassar semakin berdampak bagi pendidikan, khususnya di Indonesia Timur,” paparnya.

Ada tujuh keynote speaker dari lima negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Australia.

Ketua Panitia ICOEN 2025, Dr. Adi Kurniawan Yusup, S.E., M.M., CFP, MFP, menjelaskan bahwa tahun ini konferensi berkolaborasi dengan empat perguruan tinggi mitra internasional.

“Kondisi global penuh ketidakpastian mulai ekonomi Amerika, krisis energi di Eropa, perlambatan ekonomi China, hingga dinamika fiskal Indonesia. Akademisi tidak boleh diam, kita harus menyumbang pemikiran,” ungkapnya.

Konferensi ini juga membekali mahasiswa UC, khususnya kelas internasional, dalam menggabungkan teori dan praktik bisnis.

“Mahasiswa UC adalah calon entrepreneur. Mereka belajar bahwa bisnis bukan sekadar profit, tapi juga keberlanjutan, kesehatan lingkungan, dan ketahanan menghadapi perubahan,” tambah Adi. (irm)