https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/universitas-ciputra-jawab-tantangan-pemkot-surabaya-bikin-desain-busana/

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya menjawab tantangan dari Pemkot Surabaya untuk membuat sebuah desain busana berbahan kain batik Surabaya. Busana tersebut juga ikut meramaikan Parade Bunga dalam rangka HUT Kota Surabaya.

Tantangan tersebut dilontarkan Ketua PKK Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi. Kemudian dikerjakan oleh 16 mahasiswa Program Studi (Prodi) Fashion Product Design and Business (FD) UC Surabaya dengan tiga tipe desain yakni casual blue wear, formal black wear, dan formal red wear.

Mereka diberikan kain Batik Surabaya dengan 6 pakem motif yaitu doro kidungan, kintir-kintiran, abhi bayo, sparkling Surabaya, bunga bungur, dan gembili Wonokromo, untuk kemudian dijadikan busana dengan total 16 look.

Dosen Pembimbing Fabio Toreh menjelaskan, untuk memulai penggarapan desain, mahasiswa terlebih dulu melakukan riset tren busana 2024. Didapati, bahwa tren warna tahun depan adalah biru, merah, dan hitam.

“Sedangkan elemen desain lebih ke arah feminism dengan penambahan bahan tembus pandang. Untuk bentuk memberikan bentuk baru pada tubuh seperti model jas pun menjadi tren di tahun 2024. Mahasiswa memberikan penambahan detail seperti ruffles, layering, drawstring, sheer details,” jelas Fabio, Sabtu (27/5/2023).

Fabio mengungkapkan, pada proses penggarapan, mahasiswa mengalami sejumlah kendala seperti terbatasnya bahan. Kata dia, keterbatasan bahan menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Mulai dari kesulitan penempatan pola batik dengan desain yang dibuat, hingga tiap bahan batik berukuran sekitar 1,25 -1,5 meter.

“Menarinya ada mahasiswa yang banyak menggunakan potongan sehingga kain kurang. Hal ini disikapi dengan memberikan akses Obby untuk menyamarkan penggunaan kain yang beda. Faktor kesulitan lagi adalah dalam penentuan padu padan kain, karena batik handmade punya cedencerungan berbeda tone warna dalam 1 lembar kainnya,” ungkapnya.

Busana karya mahasiswa semester 4 FD UC Surabaya ini juga turut meramaikan Parade Bunga pada Perayaan Ulang Tahun Kota Surabaya. Selain itu, juga bakal mewarnai Fashion Show di Balai Kota Surabaya pada 31 Mei 2023 mendatang.

Dekan School of Industri Creative Dr Astrid berharap kain Batik khas Surabaya ini mendapatkan tempat di hati warga Surabaya khususnya, terutama bagi anak muda. “Kerjasama FPD UC dengan pemkot ini bisa memberikan dampak baik bagi pengembangan industri kreatif dengan identitas lokal, kain batik Surabaya,” tandas Astrid. [ipl/but]