Sumber:https://jatim.viva.co.id/gaya-hidup/23297-incip-keripik-sayur-asem-camilan-karya-mahasiswa-uc-surabaya-enak-dan-sehat

Incip Keripik Sayur Asem, Camilan Karya Mahasiswa UC Surabaya Enak dan Sehat

11 Desember 2025

Surabaya, VIVA Jatim – Inovasi kuliner tak ada habisnya. Siapa sangka, hidangan rumahan yang kaya bumbu dan identik dengan makanan berat, Sayur Asem kini disulap menjadi camilan sehat nan renyah.

Adalah tiga mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra (UC) Surabaya yang berhasil mewujudkan ide unik ini. Mereka mengembangkan snack sehat berupa keripik buah dan sayur, diolah tanpa proses penggorengan, namun tetap mempertahankan cita rasa asli khas Indonesia yang asam-manis-gurih.

Mahasiswa dari Jurusan Teknologi Pangan yang terdiri dari Melvina Tjian, Devina Angela Tanurahardja, dan Cindy Kristina ini berhasil membuat produk d’vincy snack Oat Chips, dengan rasa sayur asem.

Menariknya, camilan ini juga berhasil menembus Top 4 kompetisi internasional SIAL Innovation – SIAL Interfood Jakarta 2025.

Salah satu anggota tim, Devina mengatakan, inovasi ini bermula dari pengembangan keripik berbahan strawberry, nanas, dan jagung. Melihat potensi bahan lokal Indonesia, tim kemudian menciptakan varian baru yang lebih unik, yaitu keripik Sayur Asem.

“Jadi kita gunakan bahan-bahan seperti labu siam, jagung, kubis, hingga bumbu asam Jawa lali kita olah tanpa minyak, sehingga menghasilkan camilan ringan namun bernutrisi,” ucapnya, Rabu, 10 Desember 2025.

Terkait proses pembuatannya, mahasiswa semester 5 ini menjelaskan, pertama labu siam, jagung, dan kubis dikukus hingga lunak. Selanjutnya, seluruh sayuran dihaluskan, lalu dicampur dengan oat, gula Jawa, dan asam Jawa.

Setelah semua adonan tercampur masuk dalam proses pencetakan, kemudian dilakukan pengeringan selama 20 jam pada suhu 80°C.

“Setelah proses pengeringan kripik siap disajikan. Nah setiap kemasan berisi 20 gram dengan takaran saji empat kali, total energi hanya 20 kkal, sehingga menjadikannya healthy snack rendah kalori,” jelasnya.

Ia menuturkan, ide ini lahir dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar mengemil keripik dan kerupuk. Mereka melihat peluang untuk menghadirkan alternatif camilan berbahan buah dan sayur asli Indonesia tanpa menghilangkan cita rasa tradisional.

Penambahan oatmeal juga menjadi nilai tambah karena membuat keripik lebih mengenyangkan dan tinggi serat.

“Selain sehat, keripik ini mudah dibawa ke mana saja dan ramah untuk turis asing yang ingin mencoba cita rasa Nusantara,” tuturnya.

Devina menyebut, produk camilannya juga telah dipasarkan melalui media sosial dengan sistem pre-order seharga Rp25.000 per 20 gram, dengan total pesanan mencapai puluhan hingga ratusan kemasan per bulan.

“Konsumen senang karena rasanya tidak menghilangkan taste asli sayur asem. Untuk omzet-nya sudah dua digit” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Program Study Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya, Mitha Ayu Pratama Handojo, S.TP., M.Sc. menambahkan, pihaknya akan mendukung produk inovatif hasil karya mahasiswanya ini untuk didaftarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Selain aka mengembangkan variasi produk inovatif lain berbahan sayur dan buah Nusantara lainnya. Tentunya, karya ini juga segera kami didaftarkan HAKI,” kata Mitha.