Indonesia Now Peragakan Koleksi Terbaru di New York Fashion Week F/W 2024.

Pesona Warna Gelap dan Gaya Urban

Jawa Pos. 11 Februari 2024. Hal.19

Indonesia Now, yang menjadi wadah kolektif desainer Indonesia untuk memasarkan atau mempromosikan label di luar negeri, kembali mendapat kesempatan untuk bergabung di New york Fashion Week (NYFW) Fall-Winter (F/W). Sesi Indonesia Now akan berlangsung pada 10 Februari waktu setempat atau dini hari tadi (11/2) di Associate, New York.

Kali ini, ada lima desainer dalam label busana dari Indonesia yang digandeng Indonesia Now untuk karya di New York. Mereka adalah Hengki Kawilarang, Catherine Njoo, Jeny Tjahjawati, Hendy Huang, dan Alleira Batik (yang berkolaborasi dengan Ende dan Musume).

Pekan lalu (2/2), Hengki, Catherine, Jeny, dan Alleira menampilkan sneak-peek dari koleksi mereka di NYFW F/W 2024 dalam sebuah fashion show kecil di Foo Foo Restaurant, Kuningan, Jakarta Selatan. Garis merah koleksi menunjukkan warna gelap, motif atau print, dan gaya urban. Semuanya disesuaikan dengan panduan tren yang mereka terima dari Indonesia Now serta kecenderungan gaya atau tren berbusana di Ney York. (c6/len)

Monica Ivena dan Koleksi Love Poetry.

Ungkapan Cinta di Gaun Pengantin

Pernikahan penuh cinta adalah impian sejumlah orang. momen mengikrarkan janji setia terhadap satu sama lain dan menyatakan cinta dalam ungkapan paling jujur. Selain lewat ijab kabul dan janji nikah, ungkapan cinta muncul dalam bentuk lain. Salah satunya, haun pengantin. Contohnya, yang terlihat dari karya kolaborasi desainer Monica Ivena dengan label perhiasan Frank & co.

Koleksi bridal gown terbaru karya Monica diberi nama Love Poetry. Sesuai dengan namanya, 15 gaun pengantin karya Monica tidak hanya mempercantik tampilan mempelai, tetapi juga mencerminkan ungkapan cinta atau perjalanan cinta bersama pasangannya.

“Gaun itu juga bisa bermakna cerita cinta mereka” ujar Monica saat dihubungi Jawa Pos Jumat (9/2) siang.

Dari segi siluet desain, koleksi Love Poetry semakin menegaskan ciri khas Monica. Desainnya cenderung klasik, tak lekang oleh waktu,clean, dan sophisticated. Ada juga yang berbentuk ball gown, mermaid, dan H-line sehingga klien bisa memilih mana yang cocok dengan preferensi atau bentuk tubuh mereka.

Siluet-siluet yang klasik dan bersih itu kemudian dipadu dengan beading dan embellishment khas Monica Ivena. yakni, susunan hiasan yang detail, dikerjakan dengan tangan, dan penuh makna. “Saya memang lebih banyak fokus di tekstur,” kata Monica.

Koleksi Love Poetry mencakup palet warna seperti putih, beige, dan tone warna kulit. Selain sudah dianggap sebagai warna yang lumrah dalam koleksi gaun pengantin, warna-warna itu punya fungsi lain. Yaitu, mempertegas hiasan karya Monica yang dikerjakan craftsmanship mumpuni.

Berbagai hiasan dan beading inilah yang menjadi simbol ungkapan cinta. Di salah satu gaun, Monica menghias gaun dengan payet kristal berpola kandelir yang menjadi ciri khasnya. Atau, motif kupu-kupu yang sempat muncul di beberapa karyanya. “Kandelir itu mencerminkan kecantikan atau pesona pengantin,” jelas desainer asal Jakarta tersebut.

Di koleksi lain, bagian bawah gaun dipenuhi hiasan bunga peony, bunga kesukaan Monica. Dalam bahasa bunga, peony memiliki arti cinta, kedamaian, dan romansa. Tentu bukan bunga peony segar, melainkan kain organza yang dibentuk menjadi bunga dan dijahit satu per satu ke badan gaun.

Mawar, bunga yang umum digunakan sebagai simbol cinta, juga menjadi hiasan. Mawar-mawar tersebut terbuat dari kain yang dipotong dengan laser. Lantas, kelopak-kelopaknya dijahit tangan sedemikian rupa hingga membentuk bunga utuh.

Hiasan lain yang juga menjadi simbol ungkapan cinta adalah susunan payet dan bordir. Di salah satu koleksi, Monica menghias bagian atas gaun dengan payet kristal sehingga menyerupai terumbu karang , simbol cinta yang lebih dlaam laut. Ada juga bridal robe gaun berhias bordir ayat Alkitab. “Itu simbol dari nilai Kristen yang diyakini dalam pernikahan,” tandas Monica. (c14/len)