JAKARTA. Kenaikan kasus positif virus Covid-19 yang terpacu penyebaran virus Omimembuat bisnis farmasi ketiban rezeki. Permintaan produk obat-obatan dan layanan kesehatan lainnya mendaki.

Emiten farmasi sekaligus anak usaha PT Kimia Farma Tbk, PT Phapros Tbk (PEHA) menyebut, pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup. Masya rakat memilih melakukan aksi preventif dalam kesehatan dengan mengkonsumsi multi vitamin dan suplemen.

Lantaran itu pula, Sekretaris Perusahaan PT Phapros Tbk Zahmilia Akbar menyebut, produk kesehatan lain terkait Covid-19 mengalami peningkatan penjualan. Itulah sebabnya, Phapros terus melakukan continuous improvement di sistem supply chain, sistem manufaktur, sistem pemasaran dan supporting, untuk menjaga proses bisnis di masa pandemi.

Dengan cara ini, perusahaan mampi menjaga ketersediaan stock produk serta menjaga kesehatan masyarakat. Untuk mengoptimalkan produksi PEHA juga bersinergi dengan anak usaha PT Lucas Djaja Group.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) juga mempersiapkan produk vitamin hingga minuman kesehatan seiring dengan ada nya prediksi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.

Direktur Utama SIDO David Hidayat menuturkan, Sido Muncul mengalami pening katan permintaan atas produk vitamin dan minuman kesehatan dari awal pandemi sampai pandemi gelombang ke dua. “Adanya varian Omicron dan diprediksi terjadi gelombang ketiga, kami juga telah mempersiapkan jika terjadi lonjakan permintaan yang lebih besar,” ujarnya kepada KONTAN, kemarin. Tapi, David tidak memberikan detail besaran lonjakan permintaan yang dialaminya serta volume produksinya.

Hanya SIDO akan mencoba terus fokus memproduksi barang utama dan menjadi andalan yakni vitamin, jamu dan produk herbal seperti Tolak Angin. Produksi minuman ke sehatan dan herbal ini menjadi cara SIDO untuk memanfaatkan peluang dari permintaan yang ada. “Target pertumbuhan penjualan kami tahun ini minimal 15%,” ujar dia. Strategi penjualan terus disempurnakan utamanya penyempurnaan jaringan distri busi, serta meningkatkan penjualan B to B.

Manajemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyatakan, saat ini permintaan vitamin dan alkes masih normal diban dingkan dengan masa mening katnya kasus Covid-19 tahun lalu. “Saat kasus Covid-19 melonjak dan bertambah, memang ada peningkatkan permintaan vitamin dan alkes. Sebaliknya, saat Covid-19 turun, demand juga turun. Saat ini normal sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Direktur Utama KLBF, Vidjongtius kepada KONTAN, kemarin (3/2).

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan produk alkes, alat kebersihan, dan multivitamin, saat ini Kalbe menyiapkan persediaan yang cukup di semua titik distribusi di seluruh provinsi.

Vidjongtius menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat penetrasi pasar melalui penjualan secara online dan offline. “Tahun 2022 ini, kami harapkan pertumbuhan penjualan bisa di angka double digit growth,” tuturnya lagi.

 

Sumber: Kontan. 4 Februari 2022. Hal. 13