
Setiap keluarga pasti mendambakan rumah yang nyaman sehingga bisa berkata “Rumahku adalah Istanaku”. Istana Air Taman Ujung Soekasada di Bali mempunyai keunikan tersendiri kerena Raja Karangasem menggunakan istana ini untuk membuat tamunya serasa di rumah yang luar biasa. “A guest never forgets the host who has treated him kindly” kata Homer.
Istana Air Taman Ujung Bali dibangun di tahun 1919 – 1921 pada masa pemerintahan I Gusti Bagus Jelantik yang disebut sebagai Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman Ujung merupakan kompleks ang terdiri dari 3 kolam besar paviliun utama atau Bale Gili, paviliun terbuka atau Bale Bengong, gazebo atau Bale Bundar dan paviliun atas bukit atau Bale Tunjuk. Bale Gili dan Bale Bengong terletak di tengah kolam besar, dihubungkan dengan jembatan yang dinaungi gerbang berulang. Tahun 1963 pernah tertimpa bencana letusan Gunung Agung, 1976 terkena gempa bumi hingga rusak total. Namun keindahannya membuat berbagai pihak bekerjasama untuk merestorasi bersama UNESCO. Bagaimana istana ini bisa membuat para tamu merasa di “rumah” yang luar biasa, ada strategi arsitektur yang menarik untuk diteladani.
Sumber: Rumahku.-Oktober-2017.-Hal.-54-55
