Berbicara tentang karir saat ini rasanya slelau dihubungkan dengan passion karena kita ingin menjalakan sesuatu dengan fulfilling dan senang hati. Berbicara tentang passion, passion lebih dari sekadar hobi atau kesenangan. Tapi gimana sih caranya agar kita bisa menemukan passion itu?

Halo UC People!  Pada hari Jumat kemarin (18/6/2021), UC Library kembali menghadirkan iTalk (Innovation Talk) berjudul Self-Awareness: Finding Your Own Path to Success. Di usia saat ini, kita sudah mulai dihadapkan dengan berbagai keputusan besar. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Setelah kuliah mau kemana ya? Apa passionku? Mau kemana aku?” Yang semakin sukar untuk dijawab. Tapi sebenarnya mungkin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita perlu bertanya, “Siapa aku?” Kurang lebih begitulah yang ingin disampaikan Fellexando Ruby (Content Creator & Co-Founder Thirty Days of Lunch Podcast) dalam i-Talk kemarin.

Acara yang dimulai pada Pkl 15.00 WIB ini dipandu oleh Fikri Alvirhino (Mahasiswa FIKOM UC) dan Chansa Aqila (Mahasiswa FIKOM UC) selaku host dan Ruby membagikan sudut pandang menarik tentang jalan menuju kesuksesan. Ruby melewati perjalanan panjang sampai akhirnya ia berlabuh pada pekerjaan-pekerjaannya saat ini. Ia mengaku sengaja mengambil beberapa pekerjaan sekaligus untuk mengembangkan keseimbangan dalam dirinya. Keputusannya untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan hobi ini juga merupakan hasil dari pengenalan diri yang tidak sebentar. Bertahun-tahun ia menjalankan berbagai karir yang berbeda sampai akhirnya memutuskan untuk menggeluti bisnisnya saat ini. Diawali dengan kesadaran terhadap diri sendiri (self-awareness) ia akhirnya mampu untuk menemukan karir yang selaras dengan tujuan dan kemampuan dirinya. Self-awareness tumbuh dari kepekaan terhadap diri sendiri dengan bersedia memberikan waktu bagi diri sendiri untuk bertanya dan berefleksi.

Salah satu metode yang digunakan Ruby untuk membantunya menemukan karir yang fullfilling adalah Ikigai. Ikigai adalah sebuah konsep dari Jepang yang merujuk pada hal yang dapat memberikan tujuan hidup dan membuat hidup lebih bermakna. Ikigai memiliki empat elemen yaitu, Passion, Mission, Profession, dan Vocation.  Dalam menemukannya seseorang perlu mengetahui hal yang dicintai, hal yang dikuasai, hal yang dapat dibayar, dan hal yang dunia butuhkan. Menemukan Ikigai berarti menemukan titik tengah dari keempat hal tersebut.

Dalam mengisi kolom passion, Ruby memberikan tips untuk memisahkan antara kata benda (noun) dan kata kerja (verb). Contohnya, ketika seseorang merasa menyukai bidang kuliner, maka selanjutnya orang tersebut perlu untuk bertanya kembali pada diri sendiri dan mengelompokkan bagian dari “kuliner” apa yang sebenarnya disukai. Apakah itu mencari bahan kuliner? Berbisnis kuliner? Bertanam? Atau memasak? Dengan mengelompokkan antara noun dan verb, nantinya seseorang akan dapat memetakan passion dengan lebih baik.

Sedangkan dalam mengisi Vocation, perlu adanya riset yang baik tentang kebutuhan dunia atau kebutuhan pasar. Misalnya, sebelum podcast sepopuler saat ini di Indonesia, ia telah mengamati tren pocast yang ada di Negara-negara lain sebelum akhirnya  ia bersama rekannya membangun  Thirty Days of Lunch Podcast.  Selain memetakan, Ruby juga menyarankan agar kita mencoba dan mendalami hal-hal yang sebelumnya dituliskan. Misalnya saja dalam menemukan Ikigainya, Ruby menekuni suatu bidang paling tidak satu tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk lanjut atau berhenti.

Ketika kita sudah menemukan Ikigai, bukan berarti semuanya bisa berjalan mulus begitu saja. Rumitnya kehidupan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Maka dari itu kita perlu untuk bijak dalam melihat kondisi yang ada, misalnya saja ketika kita kesulitan secara finansial maka lakukan yang ada terlebih dahulu, sambil secara perlahan mengerjakan passion kita. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Ruby, Ruby sempat bekerja beberapa tahun di industri alat berat, namun disela waktunya ia mengikuti kursus fotografi sampai akhirnya hobinya tersebut berkembang menjadi bisnis yang mapan. Hal ini ia lakukan untuk menunjukkan independensi dan keseriusan kepada orang tuanya.

Perjalanan 10 tahun karir Fellexando Ruby tertuang dalam buku “You Do You: Discovering Life Through Experience and Self-Awareness yang kemarin dibagikan kepada 10 orang beruntung yang hadir. Lewat bukunya, ia berharap dapat membantu orang untuk menjawab kegelisahan anak muda melalui self-awareness  dan refleksi diri yang dibantu dengan metode Ikigai. Sungguh menginspirasi ya UC People! Sudah siap untuk menemukan Ikigaimu?