Di Jalan Benteng terdapat bangunan pabrik yang memproduksi mesin khusus industri. Bangunan ini bernama De Industrie (NV-De Industrie) atau sekaran PT Boma Bisma Indra (BBI).
Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya
JALAN Benteng sejak zaman kolonial Belanda sudah menjadi kawasan perniagaan. Letaknya yang strategis dengan laut, buat kawasan ini ramai didatangi berbagai orang dari mancanegara.
Sejarahwan sekaligus menempatkan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, sejak zaman kolonial lokasi ini menjadi kawasan industri.
“Ada pabrik di sana (Jalan Benteng). Itu salah satu yang menonjol dari adanya Benteng Prins Hendrik,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.
Ia mengatakan, di Jalan Benteng terdapat tempat pembuatan mesin pabrik tebu. Rata-rata perindustrian di Surabaya memesan mesin dari Jalan Benteng. “Bukan diproduksi untuk mesin pabrik di Surabaya. Tapi juga dibuat untuk daerah lainnya,” jelas Chrisyandi.
Industri mesin pabrik di kawasan ini juga menjadi pelopor pembuatan mesin penggiling tebu pada abad ke-19 saat pemerintahan kolonial Belanda.
Untuk diketahui, pada masa itu, pabrik mesin pengolahan pengolahan belum banyak seperti saat ini. Revolusi Adanya turut mempengaruhi mempengaruhi pabrik-pabrik.
“Iya yang di Surabaya awalnya seperti itu, jadi pelopornya. Kenudian berbeda lagi setelah itu,” ungkap Chrisyandi. Keberadaa pabrik, embuat mesin atau pabrik rengolahan yang memanfaatkan mesin memang masih jarang kala itu.
kendaraan bermotor atau alat transportasi dengan mesin yang pada masa memang disediakan tak banyak. Sebelumnya pengolahan di suatu pabrik masih dilakukan secara manual atau mengandalkan tenaga manusia. (bersambung / nur)
Sumber: Radar Surabaya. 7 April 2021. Hal.3.

