SIDOARJO, Jawa Pos-Minuman tradisional jamu saat ini makin diminati. Terlebih, pada masa pandemi, banyak warga yang mengonsumsi ramuan dari berbagai bahan alami tersebut.
Dalam peringatan Hari Jamu Nasional kemarin (27/5), ajakan untuk minum jamu makin digencarkan. Minuman yang sering disebut warisan leluhur itu dapat diolah dari beragam bahan di sekitar rumah. Salah satunya berasal dari tanaman obat keluarga (toga). Misalnya, jahe, kunyit, dan serai.
“Sejak awal pandemi sampai saat ini, peminat jamu me ningkat. Semakin banyak warga yang minum jamu olahan sendiri,” kata Kasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinkes Sidoarjo Emi Sriwahyuni.
Mereka berharap kondisi kesehatan makin prima dengan mengonsumsi jamu. Warga yakin jamu mengandung bahan alami yang baik untuk tubuh. Bahan yang mampu meningkatkan imunitas. Kekebalan tubuh diharapkan dapat menangkal virus dan zat berbahaya.
Untuk menambah imunitas, warga tidak perlu mencari bahan yang sulit didapat untuk jamu. Jamu sederhana bisa dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Misalnya, ramuan kunyit asam, jahe, hingga serai yang ditambah kayu manis atau jeruk nipis. “Konsumsi jamu secara rutin bisa membantu menyehatkan badan. Dapat menjadi budaya yang positif,” tutur Emi.
Agar makin banyak yang mengenal dan mengonsumsi jamu, dinkes juga bakal menye diakan gerobak jamu di setiap puskesmas. Kelompok asuhan mandiri (asman), masyarakat yang membudidayakan sekaligus mengolah toga untuk beragam makanan dan minuman berkhasiat bagi kesehatan, dapat menyajikan jamu. Bukan hanya jamu, mereka juga bisa membuat menu lain dari toga agar masyarakat mengetahuinya. Menu sehat tersebut dapat memberi manfaat. Dengan begitu, kelompok asman makin berdaya guna. (may/c14/diq)
Sumber: Jawa Pos. 28 Mei 2021. Hal.20

