Identifikasi Faktor Pemicu, Pastikan Diagnosis dengan MRI
21 Januari 2024. Hal. 20
Kepala terasa berat, nyut-nyutan, merupakan keluhan yang umum dirasakan banyak orang. Tapi, jika berkepanjangan dan keluhannya tidak hilang dengan obat, jangan dianggap sepele. Pastikan diagnosis dengan pemeriksaan MRI.
SAKIT kepala bisa menjadi muara berbagai penyakit. Mulai sinusitis, sakit gigi, asam lambung, hingga gangguan psikis. Yang berbahaya apabila kemunculannya merupakan gejala penyakit ganas seperti tumor otak.
“Kenali sifat nyerinya seperti apa, karena beda sakitnya beda pula pusingnya. Ada yang migrain atau separuh bagian kepala yang pusing. Ada yang berdenyut seperti diikat, atau seperti berputar,” papar Dr dr Rahadian Indarto Susilo SpBS(K).
Penderita juga harus bisa mengidentifikasi faktor pemicu sakit kepala yang dialami. Misalnya, apakah dialami setelah mengonsumsi makanan tertentu, atau karena kebiasaan yang kurang baik seperti main ponsel dengan pencahayaan kurang. Dokter Rahadia mengatakan mayoritas dipicu stress.
“Karena saat tubuh kita merespons stres, otomatis otot-otot menegang dan menjepit saraf. Sifatnya bisa hilang timbul, bergantung kapan stres itu muncul,” jelas dokter spesialis bedah saraf konsultan neuro-onkologi Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) itu.
Sakit kepala akan mereda jika faktor stres bisa disingkirkan. Umumnya, sakit kepala juga sembuh dengan obat-obatan yang mengandung paracetamol atau ibuprofen. Namun, jika tak kunjung reda dan malah berkepanjangan, perlu dicurigai.
“Biasanya sakit kepala seminggu sekali atau sebulan sekali, ini kok tiap hari muncul. Atau biasanya minum obat sekali sudah membaik, ini kok masih sakit. Hati-hati, bisa jadi ada sesuatu yang tumbuh di otak,” ungkap dokter Rahadian.
Sakit kepala yang disebabkan tumor otak disertai gejala lain. Di antaranya, mual, muntah, kejang, gangguan pengelihatan, penurunan pendengaran, hingga berubah kepribadian. “Yang sering terlewat itu perubahan kepribadian. Kalau tumor yang kena otak bagian depan, yang dulunya sabar jadi pemarah,” imbuhnya.
Untuk itu, jangan menyepelekan sakit kepala. Periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Apalagi jika penyakit yang bikin sakit kepala sudah diobati, tapi pusingnya tak kunjung hilang. Lakukan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) untuk memastikan tidak ada tumor, sumbatan pembuluh darah, pendarahan, atau penumpukan cairan di kepala.
“Faktor psikis juga harus diberhatikan. Apakah pusing karena tegang atau stres. Atau pola sehari-hari seperti main ponsel dengan posisi kepala menekuk lama. Otot yang tegang berkontribusi besar sebagai penyebab nyeri kepala,” tandasnya. (lai/c18/nor)
sumber: Jawa Pos

