Komoditas pangan di Tanah Air masih sangat bergantung pada impor. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan. Guna mengurangi ketergantungan ini, perlu dimunculkan wirausahawan-wirausahawan baru, khususnya di bidang agribisnis.
“SAAT ni, minat berwirausaha di bidang agribisnis masih rendah. Padahal, potensi sumber daya alam relatif impor. Hal itu menyebabkan neraca perdagangan cenderung mengalami defisit,” kata Budi Widihartanto, Kepala Tim Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia (BI) Wilayah IV, dalam sosialisasi WUBI di Kantol BI Wilayah IV. Selasa (19/8).
Karena itu, BI bersama Universitas Ciputra (UC) menggelar program Wirausahawan Bank Indonesia (WUBI) Tahun 2014. Sasaran bidikan, para wirausaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) skala menengah atau sudah berjalan, terutama di sektor agribisnis dan berorientasi ekspor.
Menurut Budi, tema ini untuk mengurangi ketergantungan impor komoditas pangan di Indonesia, yang saat ini sangat tinggi.
Target kegiatan WUBI ini, antara lain untuk mengurangi ketergantungan impor komoditas nonmigas, diutamakan komoditas pertanian. Kemudian, meningkatkan akses keuangan melalui introduksi pembiayaan ekspor dan pembiayaan formal, serta meningkatkan kualitas produk melalui inovasi dan pengembangan produk.
“Selain itu, juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” imbuh Budi, didampingi Rektor UC Ir Tony Antonio, Meng dan Venny Soetedja, Pelaksana tim monitoring dari UC.
Wirausaha berorientasi ekspor, kata dia, yang dimaksud juga melakukan ekspor atau produksi barang substitusi impor atau eksportir yang memberi nilai tambah pada komoditi ekspor.
Budi juga menegaskan bahwa usaha yang dijalankan setidaknya dikelola maksimal lime tahun, diutamakan menyampaikan rencana pengembangan usaha, membutuhkan pendampung usaha, berkomitmen mengikuti keseluruhan program dan diutamakan bukan pemenang di program wirausaha oleh instansi lain dan belum menerima pembiayaan dari perbankan.
Tony antonio menyebutkan, pendaftaran pada seleksi tahap I, serta seminar dilaksanakan mulai Agustus 2014, dilanjutkan selsksi tahap II pada September 2014.
“Pendampingan selama tiga bulan, mulai September-November 2014. Monitoring dan Evaluasi akan dilaksanakan Desember 2014,” kata Toni.
Keuntungan mengokuti program ini, pendampingan dan mentoring yang akan diberikan BI dan Universitas Ciputra. “Insentif lainnya akan ada promosi dan aliansi strategis dengan stakeholder,” lanjutnya.
Venny Soetedja menambahkan, para wirausaha yang berhasil lolos akan mendapat materi dalam seminar entrepreneurship dan kegiatan terkait bisnis lainnya termasuk mini exibition.
“Untuk seminar, narasumber akan menginspirasi dan memotivasi para calon wirausaha BI. Sementara, mini exibition merupakan ajang untuk gelar produk, sekaligus seleksi untuk menjadi pendampingan BI Proneur UC Mentoring Program,” jelas Venny. (rie)
Sumber : Surya 20 Agustus 2014

