Karya Mahasiswa UC Tembus Pemerintah! Kolaborasi Pentahelix Dorong Desain Jadi Senjata Baru Bangkitkan Ekraf
22 November 2025
PR SURABAYA – Sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) sejak lama jadi penyokong serius perekonomian Indonesia.
Tahun 2020, kontribusinya tembus 7,35% terhadap PDB nasional dengan nilai ekspor mencapai US$15,06 miliar.
Namun pandemi Covid-19 membuat grafik itu terjun bebas, PDB Ekraf anjlok -2,39% dan tenaga kerja ikut turun -2,49%, menurut laporan Kemenparekraf.
Di tengah masa pemulihan, muncul satu mesin baru yang mulai memperbaiki keadaan, kolaborasi pentahelix, sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
Dan ternyata, salah satu penggerak utamanya datang dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya.
UC Jadi Role Model Kolaborasi Pentahelix, Dari Kampus ke Jakarta Muslim Fashion Week hingga Kedaireka 2022
UC sebelumnya sudah jadi panutan lewat kerja sama dengan Kemenparekraf pada Jakarta Muslim Fashion Week 2021.
Kini, melalui program Matching Fund Kedaireka 2022, kampus tersebut kembali memimpin implementasi pentahelix khusus untuk sub sektor ekonomi kreatif.
Program ini melibatkan 40 perguruan tinggi dari 17 subsektor Ekraf, mulai dari game developer, kriya, desain interior, seni rupa, fesyen, kuliner, hingga animasi dan fotografi.
Data dikumpulkan lewat survei lapangan, FGD, desk research, dan kuesioner untuk memetakan bagaimana kolaborasi pentahelix bekerja di tiap kampus.
Hasilnya? UC tampil sebagai contoh nyata bagaimana industri kreatif tidak lagi sebatas teori kelas.
TERKINI! Monospace: Pameran Desain yang Berhasil Menembus Dunia Industri dan Pemerintahan
Pameran lintas semester Monospace milik Program Studi Visual Communication Design (VCD) UC pada Jumat 21 November 2025 membuktikan bahwa desain bisa lebih dari sekadar karya estetis.
Karya mahasiswa mereka kini dipakai sebagai:
Konsep plang jalan baru Surabaya
Desain halte
Elemen city branding Pemkot Surabaya
Desain kendaraan untuk industri
Booth produk legendaris seperti Jamu Iboe
Total sudah 30+ karya mahasiswa yang terintegrasi dalam proyek nyata, bahkan beberapa masuk ranah pemerintahan.
Ketua Monospace, Evan Raditya Pratomo, menegaskan perubahan besar ini.
“Desain bukan cuma visual, tapi experience dan impact untuk masyarakat luas,” jelasnya
Kemenparekraf Turun Tangan, VCD UC Sudah Berhasil Menarik Industri, Komunitas, Media, bahkan Pemerintah
Yanuar Arief, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Kemenparekraf, memberikan apresiasi langsung, “Menarik sekali bagaimana VCD telah berhasil menarik dunia industri, kampus rekanan, komunitas, media dan bahkan goverment.”
“Ini ekosistem pentahelix yang sebenarnya,” lanjut Yanuar.
Ia juga memuji tujuan pameran Monospace yang ingin memperbaiki persepsi publik mengenai desain.
“Desain bukan sekadar visual cantik, tapi motor solusi untuk bisnis, komunitas, dan pemerintah,” tambanya.
Christian Anggrianto (Head VCD UC), Desain = Dampak Nyata, Bukan Sekadar Tugas Kelas
Christian menegaskan bahwa desain di UC harus menghasilkan perubahan.
“Desain tidak hanya terhenti di kelas. Karya harus dipakai industri, komunitas, hingga pemerintahan. Desain membawa perubahan,” ungkapnya kepada Pikiran Rakyat Surabaya.
Ia percaya pendekatan pentahelix dapat mencetak generasi emas 2045 yang bukan cuma kreatif, tapi juga visioner.
Kolaborasi Internasional Ikut Meriahkan Panggung
Tak hanya lokal, UC juga menggandeng kampus-kampus di Jepang dan Malaysia untuk memperluas cakrawala mahasiswa.
Melalui kolaborasi global ini, mahasiswa ditantang untuk menghasilkan karya yang relevan secara internasional.
Ekraf Bangkit, dan Desain Jadi Ujung Tombaknya
Kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia bukan sekadar wacana. UC Surabaya membuktikan bahwa ketika kampus, industri, pemerintah, komunitas, dan media bergerak bersama, karya mahasiswa bisa menjelma kebijakan publik dan produk nyata yang dipakai masyarakat.
Pentahelix bukan sekadar konsep. Di tangan mahasiswa UC, ia berubah menjadi gerakan yang menghidupkan kembali kreativitas, ekonomi, dan masa depan Indonesia.***

