SEPERTI yang dilihat di Jalan Pesapen Selatan, di gang sempit itu terdapat gudang dan bangunan kuno mirip pabrik. Setelah jajaran bangunan tersebut ada beberapa rumah di samping kirinya.

Seperti yang di jelaskan oleh pemerhati sejarah dan pusta kawan Universitas Ciputra (UC) Surabaya Chrisyandi Tri Kartika, di jalan tersebut kemungkinan besar berdiam penduduk lokal yang mayoritas sebagai pekerja. “Ada yang mengatakan beberapa penduduk di sana sudah campur dari berbagai daerah. Jadi bukan hanya warga pribumi saja,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.

Kebanyakan penduduk pribumi yang tinggal di kawasan itu adalah pekerja. kasar seperti kuli panggul, pengambil barang, serta buruh lainnya. Hingga kini, aktivitas seperti itu pun masih ada jika masuk ke kawasan Jalan Pesapen, Jalan. Pesapen Selatan, dan Jalan Pesapen Tengah. Terlihat beberapa orang yang sibuk menurunkan dan mengangkut barang ke dalam kendaraan truk. “Sekarang banyak gang-gangnya, jadi pekampungan padat di sekitar ana,” ujarnya.

Seperti halnya kasan pergudangan lain sekitar sungai Kalimas yang juga banyak kuli panggul, di Pesapen pun pekerjaan tersebut cukup mendominasi. Hal ini karena arus keluar masuk barang komoditi perdagangan dari kendaraan

 

Sumber: Radar Surabaya. 14 Juli 2021. Hal. 3