LALU LINTAS PERDAGANGAN : Nyamplungan yang berbatasan langsung dengan Pegirian dan KH Mas Mansyur menjadi kawasan segitiga emas di Surabaya Utara

PEMERHATI sejarah. Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, bangunan yang terletak di Jalan Raya Darmo ini mempunyai ciri rasionalisme, batu bata diplester, kusen kayu, kaca persegi, segitiga, perisai, genteng, kerangka, beton tulang, pagar pilar bata dengan jeruji-jeruji besi tidak menonjol. Kemudian di sudut pertemuan Jalan Raya Darmo sekitarnya memiliki nilai historis tinggi. bagian bawah maupun atas. “Meskipun bangunan tersebut sudah beralih fungsi sejak beberapa tahun lalu menjadi Gedung Wismilak dan PT Jamu Tboe, ciri khas bangunan tersebut masih tetap dipertahankan,” katanya. Chrisyandi menambahkan, bangunan utama . pernah direnovasi, tetapi tidak merubah bentuk aslinya yang menjadi cirikhas bangunan kuno tersebut. Selain renovasi tersebut, ada tambahan bangunan baru seperti pos satpam dan bangunan untuk kantor PT Jamu Iboe. Sementara itu, Ketua

Surabaya Heritage SocietyFreddy H Istanto mengatakan, kawasan Darmo ini dulu kompleks elite orang Belanda. Menurutnya, beberapa bangunan peninggalan Belanda sampai sekarang juga masih berdiri. Selain Grha Wismilak, ada rumah sakit dan Sekolah Santa Maria,” katanya,

Freddy menuturkan dulu kawasan Darmo dan sekitar Jalan Diponegoro seperti Jalan Untung Suropati adalah kompleks orang kaya zaman Belanda. Bahkan, rumah direktur Javache Bank (cikal bakal BNI) juga ada di Diponegoro.

 

Pernah Jadii…

Artinya, Kawasan Darmo sekitarnya memi- liki nilai historis tinggi.”Khusus Jalan Darmo,memiliki memori tersendiri bagi masyarakat yang berumur. Jika bisa ditata dengan baik, kawasan itu pasti bisa mengembalikan memori kolektif setiap orang,” jelasnya. Menurutnya, penataan tidak boleh dilakukan sembarangan. Semuanya harus sesuai dengan kajian sejarah. “Kajian tersebut bisa dilakukan dengan membandingkan beberapa foto lawas kondisi Jalan Darmo dan sekitarnya waktu itu. Penataan bisa dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur. Dengan begitu, bukan tidak mungkin simbol Surabaya sebagai Kota Pahlawan akan semaki kuat” jelasnya. (bersambung/nur)

Sumber: Radar Surabaya. 10 Januari 2022. Hal. 6-7