SURABAYA – Empat model mengenakan busana rancangan Ristya Stefanie di Hotel Wyndham. Kain tradisional menjadi bahan utama. Ristya menggunakan lebih dari satu jenis kain dalam satu gaun. Kolaborasi itu membuat gaun semakin terlihat elegan.

Kain yang digunakan, antara lain, batik, songket, dan tenun. Ada pula tambahan kain satin sebagai pemanis. “Batik saja sangat beragam. Hampir seluruh daerah punya batik. Saya pakai beberapa jenis,” ungkap desainer 31 tahun tersebut.

Ristya menjelaskan, kain tradisional Indonesia memiliki keragaman jenis. Warna dan motif yang kaya itu mampu memacu ide desainer dalam mendesain gaun. Desainer asli Surabaya itu memiliki trik agar busana tidak terlihat membosankan. Eye-catching dan modern juga iya. Salah satu cara yang digunakan adalah mengolaborasikan beberapa jenis kain dalam satu desain.

“Terlihat pada empat model itu. Satu gaun pasti dari beberapa jenis kain,” terangnya. Beda gaun, beda pula jenis kain yang digunakan. Ristya menggunakan kain batik asal Semarang dan songket Sumatera pada gaun yang didominasi ungu. Keragaman kain membuatnya tidak pernah bosan mendesain busana.

Dalam desain yang ditampilkan kali ini, Ristya menciptakan busana pesta yang cocok digunakan usia remaja hingga dewasa. Fleksibilitas menjadi bagian dalam idenya. Hal tersebut terlihat pada gaun peach dan kuning.

Ristya memakai ekor sepanjang 1 meter. Aksesoris itu dapat dilepas. Dengan begitu, busana tampak lebih kasual. (bri/c22/ady)

 

Sumber: JawaPos.16 Maret 2018