
SURABAYA – Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria (GKKSPM) di Jalan Kepanjen, Krembangan Selatan, Krembangan, menjadi jujukan edukasi arsitektur. Mereka mengamati arsitektur bergaya neogotik yang dibangun pada 1989 itu.
Misalnya, yang dilakukan mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Ciputra Surabaya kemarin (6/4). Mereka melakukan study tour ke gereja tersebut. Ada 80 orang yang ikut. Didampingi dua dosen dan seorang pemandu, mereka menjajaki satu per satu bangunan gereja. “Ini saksi peradaban lintas generasi,” ucap seorang pengurus, Kusnadi, kepada peserta.
Dia mengatakan, selain bercerita era kolonial, GKKSPM jadi saksi pertempuran November 1945. Peristiwa itu terbilang kelam karena mengahncurkan sebagian besar struktur bangunan. Beruntung, tiga kali renovasi mengembalikan wajah bangunan cagar budaya (BCB) karya arsitek W.Westmaas itu.
Kusnadi menjelaskan, bangunan tersebut memiliki nuansa Eropa yang kental. Style bangunan beraliran neogotik. Yakni, sebuah gaya bangunan yang berkembang di akhir abad ke-18. “Salah satu yang menonjol, adanya menara seperti di depan tadi,” ungkap Kusnadi. Ciri neogotik makin terlihat di dalam ruangan gereja.
Dia mengungkapkan bangunan cagar budaya tersebut masih dilengkapi dasar yang sama saat pendiriannya. “Yakni, menggunakan kayu ulin,” tuturnya. Kayu tersebut tepat berada di bawah lantai gereja. Jumlahnya 790 batang. (jar/c20/eko)
