Di kedai kopi Malik & Co, kita bisa menyantap sajian Medan Melayu yang diolah dengan bumbu khas. Pemiliknya menjamin rasa otentik.
Belakanan ini, kian mudah dijumpai kedai kopi Indonesia. Tengok saja, dari gerai kopi berjaringan internasional hingga kedai lokal yang berusia tua. Meski begitu, belum banyak kedai kopi lokal yang juga menyajikan makanan khas nusantara. Salah satu kedai yang menjalani aliran ini adalah Malik & Co. yang berlokasi di Jalan H. Agus Salim atau lebih dikenal sebagai Jalan Sabang, Jakarta Pusat.
Kedai ini, sejatinya baru berumur setahun lebih beberapa bulan, didirikan Februari 2020. Tak lama setelah berdiri, pandemi korona melanda dunia. Toh, kedai yang merupakan bagian dari jaringan The Atjeh Connection ini tetap bertahan.
Amir Faisal Nek Muhammad, pemilik Malik & Co., mengaku tak takut bersaing, kendati kedainya berdiri di salah satu jalan yang penuh lapak kuliner. Menurutnya, pasar yang bisa diraih cukup besar dan dapat menyasar semua golongan. Kedainya ini, diharapkan jadi pilihan masyarakat bersantap dan minum kopi.
Dari deretan toko di jalan itu, penampilan Malik & Co. memang menarik perhatian karena dicat biru tua dengan pintu serta jendela kaca. Sebelum memasuki kedai, pengunjung pun sudah tahu menu apa yang disajikan, lantaran beberapa menu terpampang di jendela.
Begitu memasuki Malik & Co., pengunjung akan langsung disuguhi dekorasi ruangan yang menarik. Meski tak terlalu besar, suasana di dalam kedai Malik & Co. terasa nyaman bagi para pengunjung untuk nongkrong dan ngopi.
Amir mengaku sengaja menata tempat ini dengan modern, walau makanan yang ditawarkan khas nusantara.
“Makanan Indonesia itu tem patnya harus bagus, walaupun kecil. Jadi harus bagus, juga bersih,” terang Amir.
Bumbu asli
Berbagai sajian yang tersedia di Malik & Co. bisa dinikmati saat sarapan hingga makan malam. Menu yang ada mulai dari bubur ayam, roti kukus, lontong sayur medan, nasi goreng teri, kari kambing, ayam tangkap, aneka minuman, serta berbagai camilan.
Di kedai ini, menu yang paling banyak dipesan adalah lontong sayur medan, soto medan, kari kambing, dan ayam tangkap. Untuk minumannya, tentu saja kopi Sangeran Atjeh Connection jadi andalan. Selain itu, ada berbagai teh dan jus.
Lontong sayur medan datang dalam seporsi lontong dengan sayur, rendang, telur sambal yang disiram dengan kuah santan yang gurih. Tak ketinggalan, kerupuk dan sambal. Rasa rempahnya cukup terasa dan daging rendangnya empuk. Menu ini bisa dipesan untuk sarapan atau makan siang.
Selain lontong sayur medan, ada pula ayam tangkap yang menarik perhatian. Menu ini jadi salah satu menu yang paling banyak dipesan untuk sharing. Mereka menggunakan ayam kampung yang dibumbui serta daun pandan. Rasa ayamnya renyah, empuk, dan gurih.
Adapun kopi sangeran merupakan kopi susu khas Aceh.
Amir tak menampik bahwa makanan khas nusantara hampir sama di setiap daerah. Namun, dia berpendapat penama an serta bumbu yang digunakan menjadi pembeda ma sing-masing makanan.
Amir pun memastikan bahwa sajian yang disuguhkan di Malik & Co. ini otentik. Rasanya seperti makanan aslinya walaupun diolah di Jakarta.
“Buatnya memang di sini, tapi menggunakan bumbu-bumbu asli Medan Melayu,” kata Amir.
Lantaran menjalankan beberapa restoran dalam jaringan, Amir menerapkan konsep central kitchen. Hal itu berlaku untuk Malik & Co. maupun The Atjeh Connection.
“Central kitchen kami cukup besar. Jadi yang masak untuk Malik & Co dan yang masak untuk Atjeh Connection, berbeda,” kata dia.
Feby, salah satu pengunjung yang bersantap di Malik & Co. mengatakan ia datang ke sana karena menu yang ditawarkan unik dan lezat.
“Makanannya saya suka karena karena berbeda dari yang ada dan enak,” ujar Feby.
Ia bahkan tak menyangka kalau ayam yang digunakan dalam menu ayam tangkap adalah ayan kampung. “Soalnya empuk saat dimakan,” kata Feby.
Nah, banderol menu di Malik & Co. cukup beragam. Harga – menu makanannya mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 100.000 per porsi. Sementara, minumannya bisa didapatkan dengan harga Rp 10.000 hingga Rp
Selama masa pandemi ini, sesuai peraturan Pemerintah di tempat, kedai kopi tersebut buka dari jam 7 pagi hingga pukul 21 malam.
Ingin Populerkan Kuliner Nusantara
Salah satu tujuan Malik & Co., menurut Amir Faisal Nek Muhammad, pemiliknya, adalah untuk mengenalkan masakan nusantara pada masyarakat.
Amir berpendapat, kuliner nusantara harusnya berjaya di tanah air. Pasalnya, kualitas kuliner nusantara memiliki rasa yang tidak kalah dengan produk asing dan kaya dengan rempah.
“Makanan nusantara harus menjadi tuan rumah di Indonesia. Kalau ada (kuliner nusantara) yang mau buka lagi, kita senang,” kata Amir.
Maka, Amir berencana mengembangkan kedai kopi Malik & Co. Menerangkan sedikit rencananya, Amir menyebut, setelah lokasi di Sabang, dirinya pun akan menyasar wilayah Senopati, Jakarta Selatan, untuk cabang berikutnya.
Nantinya, ia berharap Malik & Co. bisa dikembangkan di 5 wilayah di Jakarta, bahkan juga di luar Jakarta.
Tak berhenti mengenal kuliner khas Aceh dan Medan Melayu, Amir juga akan memperluas lini bisnisnya dengan membuka kedai-kedai baru. Dia menyebut, beragam kedai tersebut akan mengusung makanan khas daerah tertentu. Awal tahun ini, dia sudah membuka restoran yang menyajikan makanan khas betawi yang dinamai Roman Melayu.
Ke depan, Amir berencana akan mengembangkan bisnisnya dengan mengenalkan kuliner khas Jawa. Dia bilang masih akan terus mengenalkan kuliner daerah lain.
Sumber: Tabloid Kontan. 14 – 20 Juni 2021. Hal.24

