Keindahan Kain Sarung.Jawa Pos.22 September 2014.Hal.36

SURABAYA – Di tangan desainer Adith Hendart, kain sarung bisa menjelma menjadi busana stylish. Menggunakan kain-kain Marrakech by Gajah Duduk, karya terbaru Adith itu rencananya dipamerkan di Ciputra World Fashion Week mulai 25-28 September mendatang.

Alumnus Fakultas Hukum Unair yang mendalami ilmu merancang busana dengan mengambil short course di Arva School of Fashion tersebut membuat beberapa model. Mulai sackdress, pencil skirt, kemeja dengan kerah shanghai, sampai loose blouse yang kini menjadi must have item kaum hawa.”Sebelum mendesain, saya melakukan observasi kain sarung dan tren fashion dunia 2015,” paparnya.

Dari dua hal itu, Adith sepakat membuat cutting yang innocent alias simpel. Menurut dia, tahun depan banyak perempuan yang memilih berkarir. Sibuk dengan pekerjaan, mereka tidak sempat memikirkan cutting meski pastinya tetap ingin terlihat gaya. “Potongan simpel ini menjadi jawabannya. Cutting sederhana tetap stylish,” katanya.

Adith juga mendesain busana sarungnya menjadi multifungsi. Ada padu-padan dengan kain lain yang digunakan sehingga buana menjadi multifungsi. Sackdress, misalnya. Ada potongan kain crap yang merupakan bahan daur ualng. Potongannya mirip vest.

Satu penampilan hanya mengenakan drees-nya. Begitu ingin tampil beda, tinggal pasang vest itu. Untuk warna, Adith memilh bermain dalam warna-warna natural. “Warna-warna alam itu menjadi tren 2015,” imbuhnya.

Reni Puspita, section head nonsarung Gajah Duduk, menambahkan, kini pihaknya berfokus menggarap kain sarung untuk busana anak muda. Yang digunakan adlah kain sarung khusus dengan motif terinpirasi dari daerah-daerah di Indonesia, tipikal itu sedang disukai anak-anak muda. “Kain sarung juga dikenal bisa menyesuaikan dengan cuaca panas dan dingin. Jadi, pas dengan iklim Indonesia,” kata Reni.

Sumber: Jawa Pos. 22 September 2014. Hal 36