Kembangkan Destinasi Wisata Konsep Pertanian Hingga Kuliner

Jawa Pos. 11 Januari 2024

SURABAYA – Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya terus memanfaatkan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi destinasi wisata. Salah satunya di Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal.

Kabid Pertanian DKPP Surabaya Rahmad Kodariawan menjelaskan, pihaknya terus mengembangkan Tahura Pakal menjadi destinasi wisata baru di Surabaya Barat. Tahun ini pihaknya bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya membuka akses tahura dari Stadion Gelora Bung Tomo(GBT). “Tahun ini fokus kami itu,” katanya kemarin (10/1).

Dibukanya akses tahura melalui stadion diharapkan dapat mempermudah masyarakat berkunjung. Selain itu, tahun ini pihaknya menambah tanaman ketela dan sukun untuk ditanam di sana. Termasuk wahana off-road hingga permainan air. Sehingga masyarakat dapat menikmati konsep pertanian sekaligus berwisata. “Bisa menjadi wahana edukasi pertanian juga,” ucapnya.

Sementara itu, dosen Program Studi Pariwisata School of Tourism Universitas Ciputra I Dewa Gde Satrya Widya Dutha menyatakan, akhir tahun lalu beberapa pihak diajak berdiskusi di Bappeko Surabaya. Mereka yang hadir diajak memberikan pendapat terhadap sekitar 80 objek wisata di Surabaya. “Pas saya tahu jumlahnya lumayan kaget. Dari sini catatan pertama adalah kita harus hargai usaha pemerintah untuk memperluas dan memberi variasi pilihan wisata,” terangnya.

Gde menyebutkan, Surabaya adalah kota urban. Wistanya tidak bisa disamakan atau bahkan dimiripkan dengan kota lain. Surabaya punya potensi wisata dalam hal historical, art, museum, dan heritage. Terutama untuk historical dan heritage ini menjadi dua titik karakter utama Surabaya. “Tapi, kalau mau sedikit lebih luas lagi, bisa masukkan kuliner. hampir semua tempat kalau soal kuliner itu akan jadi daya tarik tersendiri,” terangnya (ata/ama/c9/may)