
Surabaya, jawa pos – program Teknik Informatika Universitas Ciputra menghelat National Programming and Logic Competion 2019 (NPLC) kemarin (17/11). Kompetisi permainan logika dan Programming itu diadakan sebagai hari peringatan Hari Pahlawan.
Ada 51 tim yang terlibat dalam kompetisi nasional tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah. Yakni, pematang siantar, Jakarta, Jogjakarta, semarang, samarinda, makassar, dan malang. Para peserta saling unjuk kebolehan mengenai programming maupun logika dalam game rally bertajuk kepahlawanan itu. Permainan didesain sederhana, tetapu menguras otak dan perlu kekompakan serta konsentrasi untuk menyelesaikannya.
Permainan Find It, misalnya. Ketentuannya sederhana. Tiap tim harus menjawab soal logika yang ditampilkan atau dibacakan panitia. Peserta lantas menemukan angka jawaban itu diantara ratusan bola kecil yang berserakan dilantai ruangan. “sisi logikanya ada pada jawabannya. Nilai kerja sama dan kecepatan ada pada menemukan jawabannya,” ujar Mychael Monzaret, dosen pembina NPLC, kemarin.
Permainan lainnya yang menantang adalah sesi menemukan potongan cerita pahlawan yang hilang. Skemanya, cerita Soekarno, presiden pertama Indonesia, divisualkan dalam bentuk spanduk. Nah, harus menemukan penggalan sejarah yang hilang. Jika sudah menemukannya, siswa harus menceritakan penggalan sejarah pahlawan itu dalam bentuk visual.
Caranya, dua peserta memperagakan cerita pahlawan tersebut, sedangkan peserta lain mendokumentasikannya lewat ponsel, “permainannya seru. Sederhana, tapi menantang,” ujar peserta dari SMA St louis 2 Surabaya, Dehena Mutyara.
Menurut siswa kelas X tersebut, lomba yang dikemas dalam bentuk permainan mencari penggalan sejarah pahlawan itu memang membutuhkan referensi sejarah yang komprehensif. Karena itu, peserta harus berbekal wawasan sehingga bisa menjawabnya dengan tepat.
Mychael menjelaskan, diawak kompetisi peserta diberi materi tentang kepahlawanan dalam visual video. Peserta mulai melakukan napak tilas dengan lebih dulu melewati rintangan di tiap pos.
Sumber: Jawa Pos. 18 November 2019.Hal.19
