Apakah Anda tahu perbedaan denim dan jins? Banyak orang yang beranggapam denim dan jeans adalah sama, padahal keduanya berbeda.
Ada yang menyebutkan, denim merupakan sebuah kain yang terbuat dari satu jenis benang dengan warna yang sama. Sementara itu, jins adalah hasil tenunan dua jenis benang, tetapi keduanya berwarna sama. Denim dipandang lebih kuat dan bagus mutunya dibanding dengan jins sehingga harganya lebih mahal.
Namun, secara umum, denim dianggap sebagai material atau bahan kain. Jins adalah sebutan untuk celana yang terbuat dari bahan denim. Jadi, jika kita menyebut jenis jaket, bukanlah jaket jaket jins, melainkan jaket denim. Menariknya, di Indonesia, sebutan jins sudah lebih dulu menyebar dan populer dibandingkan bahan denim. Efeknya, hampir seluruh busana yang terbuat dari denim lebih banyak dikenal dengan sebutan jins.
Asal mula kedua sebutan itu pun berbeda. Jins diambil dari kata dalam bahasa Perancis, yaitu bleu de Genes atau celana biru dari Geboa. Genoa adalah sebuah kota di tepi laut Italian. Lain halnya dengan denim. Kata “denim” muncul dari bahan pakaian asal Perancis yang disebut “serge”. Sementara itu, Nimes adalah sebuah kota di Perancis. Bahan ini lebih populer dengan sebutan “serge de Nimes”. Banyak orang menyingkatnya menjadi “denim”.
Denim identik dengan bahan berwarna biru indigo yang khas. Ternyata warna warna biru ini dihasilkan dari tanaman indigo atau indigovera yang juga tumbuh di Indonesia. Meskipun demikian, warna indigo pada denim saat ini kebanyakan dihasilkan dari pewarna sintetis. Variasi warna pun lebih banyak. Tidak hanya biru indigo, cokelat, putih, dan hitam juga populer sebagai warna denim dan jins.
Mengapa pakaian dari denim ini begitu populer, terutama jins? Denim dikenal sebagai bahan yang kuat, tidak mudah lecek, dan tidak rentan robek. Kain ini cocok digunakan untuk pekerjaan berat dan kasar. Namun, kini, di pasaran banyak beredar denim yang lebih halus dan nyaman dikenakan tanpa mengurangi kekuatan kainnya.
Ingin tampil menarik dengan denim? Ada baiknya Anda memilih ukuran yang pas. Selain itu, jagalah berat badan agar tetap proporsional sehingga tampil menarik dengan jins atau pakaian berbahan denim lainnya.
Sumber : Kompas 12 Februari 2014. Hal 33

